Penanganan Abrasi Butuh Rp1,7 Triliun, Wabup Berharap Pusat dan Provinsi Membantu

Selasa, 05 April 2016

Abrasi di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS - Penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis diperkirakan membutuhkan dana minimal Rp1,7 triliun. Jumlah yang cukup besar ini membuat Pemerintah Kabupaten Bengkalis kesulitan untuk bisa melakukan penanganan secara maksimal.  

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Lingkungan Hidup di Lantai II Kantor Bupati, Selasa (5/4/2016). "Ada dua pulau yang mengalami abrasi cukup parah, Pulau Bengkalis dan Bantan. Perlu penanganan segera dan kita berharap Pemerintah Provinsi Riau dan Pusat untuk ikut membantu," katanya.

Menurut Muhammad, dengan menurunnya DBH, proses penanganan abrasi oleh Pemkab Bengkalis makin tidak maksimal. Dana yang dibutuhkan senilai Rp1,7 triliun sangat memberatkan bagi Pemkab Bengkalis, sementara penanganan abrasi ini perlu segera dilakukan.

Dampak abrasi menurut Muhammad sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan secara nasional, abrasi ini bisa berdampak kepada pergeseran Zona Ekonomi Eksklusif yang makin menjorok kedalam. "Mengingat dampaknya yang cukup besar ini, yang bisa mempengaruhi pertahanan negara, maka saya kira sangat perlu peran aktif kita semua, termasuk dari Pemerintah Pusat," kata Muhammad.***