
Selama Dua hari pelaksanaan UN, Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Tambusai Utara
sudah di kunjungi 3 Sekolah di antaranya, SMK 1 Tambusai Utara yang berada di
Desa Bangun Jaya.
Dalam tinjauan tersebut, Kepala UPTD Disdikpora Tambusai Utara Hendri S.Sos,
satu persatu memonitoring sekolah untuk memberikan motivasi serta mendokan
siswa dapat lulus dan meraih hasil maksimal pada ujian nasional tahun 2016 ini
dan Dia menyebutkan motivasi ini merupakan bentuk kepedulian, bahwa pemerintah tidak
melepaskan dan tetap mendampingi siswa sampai akhir proses belajar mereka.
“kita dari UPTD Disdikpora hanya sifatnya memonitoring untuk memberikan
motivasi. mereka para siswa/i peserta UN, tidak akan terganggu, mereka bahkan
mereka bangga, saya merasakan sendiri waktu saya ujian SMA saya pernah
didatangi Kakanwil, pada saat itu kita bangga. oh, ternyata kita diperhatikan
dan didoakan oleh pejabat.secara psikologis ini luar biasa bagi peserta didikâ€
urainya.
Hendri didampingi Kepala Sekolah SMKN 1Tambusai Utara Joko Susanto S.Si
mengungkapkan dari hasil tinjauan yang dilakukanya, secara umum, pelaksanaan UN
di hari pertama dan kedua berjalan lancar. seluruh prosedur mekanisme ujian,
berjalan dengan baik, serta tidak terdapat kegaduhan dalam teknis
pelaksanaanya.
“Dalam pendistribusian soal pun tidak ada kendala, seluruh soal dalam kondisi
bersegel, tidak ada ditemukan dalam kondisi robek atau tercetak tidak sempurna.
sudah dipastikan ini sangat penting isu seperti ini, dirohul tidak ada yang
bocor atau mendapat jawaban soal†tuturnya.
Hendri mengatakan, tingkat kelulusan siswa/i khususnya di Kecamatan Tambusai
Utara di harapkan mencapai seratus persen, karena sebelum UN dilaksanakan
siswa/i sudah dibekali berbagai pelajaran tambahan seperti Bimbingan Belajar
(Bimbel), Try Aut sesuai mata pelajaran UN.
Berdasarkan data UPTD Disdikpora Tambusai Utara yang melaksanakan UN jumlah 11
sekolah terdiri 4 SMK, 4 SMA, 3 MA dan 1 Paket C (PKBM Maju bersama) dengan
jumlah peserta 778 siswa/i.
Pelaksanaan Ujian nasional 2016 SMA, akan digelar mulai tanggal 4 April hingga
7 april 2016. di Rokan Hulu, pelaksanaan Ujian Nasional seluruhnya menggunakan
system paper based test (UN-PBT) atau menggunakan kertas manual. sementara
berbasis ujian nasional berbasis komputer tidak bisa diterapkan, karena
terkendala jaringan internet dan keterbatasan perangkat komputer serta listrik
yang di alami sekolah. (Bkm)