
Helikopter Superpuma Sinarmas melakukan water boombing
SIAK KECIL-Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis terus meluas. Dari pantauan udara menggunakan menggunakan helikopter, Rabu (20/4/201), sedikit ada 6 titik api yang tesebar di Desa Sumber Jaya dan Lubuk Muda.
Diperkirakan luas lahan yang terbakar (sebagian besar merupakan semak belukar), sudah mencapai puluhan hektar. Kuat dugaan, kebakaran ini akibat aktivitas pembersihan lahan mengingat tidak jauh dari lokasi kebakaran terdapat kebun sawit. Kemudian tidak jauh dari lokasi kebakaran dan kebun sawit, juga terdapat pondok-pondok yang tidak ada penghuninya.
Berdasarkan pantauan udara, terlihat sebagian lahan yang terbakar apinya masih hidup . Sementara sebagian lagi sudah rata dengan tanah, namun asap putih masih terlihat mengepul di udara. Api juga mulai menjalar ke kawasan Hutan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.
Titik api cukup banyak terlihat di Lubuk Muda, setidaknya ada 4 titik api dengan areal yang terbakar lumayan besar. Sementara  di Sumber Jaya, ada sekitar 2 titik. Kemudian di Kecamatan Bengkalis, tepatnya di sekitar Kelemantan juga terdapat satu titik api dengan kepulan asap lumayan besar.
Guna membantu memadamkan api agar tidak meluas, 1 helikopter jenis MI8 dari BNPB dan 1 helikopter Superpuma milik Sinarmas tampak mondar-mandir di beberapa titik melakukan water bombing.Â
Juru Bicara PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry (PTAA-SMF), Nurul Huda ketika dihubungi wartawan mengatakan, sudah 3 hari Regu Pemadam Kebakaran (RPK) mitra Sinarmas, PT SPM dibantu Tim RPK PT AA-SMF membantu memadamkan api di Kecamatan Siak Kecil.
“Hari ini kita telah menambah personil menjadi 300 orang. Helikopter Superpuma dan B3 PK-DAP juga dikerahkan untuk melakukan water bombing bergabung membantu tim TNI/POLRI, BPBD Bengkalis, Manggala Agni dan Satgas Karlahut Riau,†ujar Nurul.
Pihaknya juga telah mengerahkan 5Â alat berat, 1 Airboad yang bisa
didarat dan di air, 3 speedboat, 4 mobil person lapangan serta 20 unit pompa
Tohatsu dan ministricker.
Hal ini dilakukan pihaknya mengingat, semakin meluasnya areal yang terbakar dan
mulai mengancam areal konsesi mitra perusahaan kita, PT SPM. Saat ini api hanya
berjarak beberapa kilometer saja dari batas luar lahan PT SPM.