Rohil, Ditemukan Balita Penderita Gizi Buruk

Sabtu, 23 April 2016

ROHIL, Beritaklik.Com - Roni(2), seorang pasien penderita gizi buruk dan paru-paru kini dirawat intensif di Rumah Sakit dr Pratomo Bagansiapiapi. Balita pasangan Sukardi (30) dan Rina (27), warga Jalan SMA Negeri 2 Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir kini terbaring lemas tak berdaya.

Melihat kondisi anaknya, sang ibu mengaku pasrah dan menanggis seraya berharap mendapat kesembuhan bagi anaknya. Roni sendiri kini hanya memiliki bobot berat badan 5,4 kilogram. Saat ditemui di RSUD dr Pratomo, Jumat (8/4/2016), Rina mengaku bahwa kondisi penyakit anaknya sudah terlihat sejak usianya berjalan 1 tahun.

Sejalan dengan waktu, kondisi kesehatan Roni semakin hari semakin menurun, bahkan, lanjut Rina, diusia setahun seorang balita sudah harus pandai berjalan, tetapi tidak demikian dengan anaknya

"Awalnya anak saya muntah-muntah, badannya panas lalu kami bawa ke rumah sakit dan sudah tiga hari dirawat. Sebelumnya, kami hanya bisa membawanya berobat ke Puskesmas untuk mendapatkan vitaman secara gratis," terangnya.

Sang ibu juga mengaku selain menderita penyakit gizi buruk, anaknya juga mengidap penyakit paru-paru, kini Roni tergeletak lemas tak berdaya didalam ruang Flamboyan RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi.

Direktur RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi Tribuana Tungga Dewi, menjelaskan pasien bernama Roni tengah dalam perawatan intensif pihak RSUD dr Pratomo. Pasien penderita kekurangan gizi ini telah diberikan penambahan gizi berupa F75 100 CC/ 3 jam untuk menambah berat badannya.

Tribuana menjelaskan, sebelumnya pasien juga pernah dirawat di RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi sekitar enam bulan yang lalu, bahkan saat itu kondisi badannya sudah kembali normal.

"Kemungkinan penyakit TBC ini bisa saja tertular dari orang tua atau tetangganya, makanya dia sering mengalami mencret dan panas. Dari rekam mediknya pasien pernah dirawat di RSUD sekitar 6 bulan lalu, saat itu kondisi badannya sudah kembali normal," terangnya

Pihak rumah sakit mengaku siap membantu pasien dengan syarat keluarga pasien menyiapkan surat keterangan tidak mampu dari pihak lurah dan camat. Dengan demikian, biaya pasien nantinya ditanggung pemerintah daerah.(adv/hms)