
Suandi Kepala Kesbangpolinmas
membuka sosialisasi pembaruan antar etnis suku bangsa di Bagansiapiapi.
ROHIL, Beritaklik.Com - Rokan Hilir sebelum berpisah dari Kabupaten Bengkalis
paling banyak memiliki beragam etnis suku sehingga terkadang sering timbul
konflik suku. Namun setelah otonomi daerah tahun 1999, Kabupaten Rohil aman dan
kondusif.
Demikian dikatakan Kepala Kesbangpolinmas Rohil Suandi, ketika membuka kegiatan
Sosialisasi Percepatan Proses Pembauran Bagi Masyarakat dan Pemberian Tanda
Penghargaan Pembaruan Tahun 2016, Selasa (12/4/2016) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, tujuan kegiatan tersebut untuk menyatukan persepsi sehingga tidak
terjadi konflik sosial, kemudian antar suku juga diharapkan bisa saling
membaur, saling toleransi, dan mengerti bahasa maupun adat istiadat.
Oleh karena itu, kegiatan forum pembaruan kebangsaan ini merupakan program dari
Kesbangpol Provinsi Riau yang sengaja dilaksanakan di Rohil mengingat daerah
itu memiliki banyak ras, suku dan agama.
"Untuk peserta dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai etnis yang ada di
Rohil mulai dari Suku Melayu, Jawa, Minang, Tionghoa, Batak, Tapanuli, Nias dan
Bugis dengan jumlah sebanyak 60 orang," katanya.
"Apabila sudah memahami semua itu kedepan diharapkan tidak menimbulkan
konflik sosial baik yang terjadi dilingkungan sekitar maupun keluarga,"
tuturnya.
Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk mencegah timbulnya diskriminasi
antar suku dan perbedaan kepentingan. Kabupaten Rohil telah membuktikan
warganya telah berbaur dengan suku etnis lainya, seprti dalam kegiatan MTQ,
Paguyuban Jawa, Tahun Baru Imlek, Malam Cap Go Meh, Ritual Bakar Tongkang.
"Kita mengikutsertakan seluruh etnis, inilah menunjukkan bahwa perlunya
satu persepsi antar suku dalam membangun Rohil sekaligus mencegah dan
menghindari konflik sosial," jelasnya.
Dirinya mengajak seluruh etnis di Rohil mencapai satu persepsi sehingga
tercipta kondisi kondusif, sehingga segala bentuk pembangunan yang digerakkan
pemerintah daerah berjalan dengan lancar, tertib dan terkendali.(adv/hms)