
Wakil Bupati Bengkalis, H Muhammad berbincang dengan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, saat menghadiri seminar yang ditaja Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis, Senin (25/04/2016).
BENGKALIS -Seluruh stakeholder tidak terkecuali dunia pendidikan, memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan visi Kabupaten Bengkalis 2016-2021, yaitu terwujudnya Kabupaten Bengkalis sebagai model negeri maju dan makmur di Indonesia.
Harapan tersebut
disampaikan Wakil Bupati Bengkalis, H Muhammad ketika membuka seminar
yang ditaja Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis di gedung
Cik Puan, Wakil Bupati Bengkalis, H Muhammad.
Menurut Wabup,
seminar bertajuk "Dari Bengkalis untuk Indonesia : Mendorong Kemandirian
Ekonomi Membangun Daya Saing Bangsa", sudah selaras dengan visi misi
Kabupaten Bengkalis 2016-2021.
"Melalui seminar ini, kami
berharap, dihasilkan rumusan-rumusan atau pemikiran-pemikiran bernas,
sehingga setiap lembaga pendidikan tinggi bersama seluruh pemangku
pekentingan terkait lainnya di daerah ini, benar-benar dapat
berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi kabupaten Bengkalis,"
ungkap mantan Kadis PU Riau ini.
Selain itu, imbuhnya, melalui
seminar ini juga nantinya melahirkan berbagai masukan-masukan yang dapat
digunakan sebagai bahan acuan dan pedoman bagi pemerintah kabupaten
Bengkalis, dalam memajukan pembangunan dan kemandirian di bidang
perekonomian dengan daya saing yang tinggi atau memiliki keunggulan
komparatif dan kompetitif di daerah ini, terutama untuk lima tahun ke
depan.
Terkait meningkatkan daya saing, khususnya perekonomian
daerah, sambung Muhammad, sesuai potensi wilayah yang dimiliki
masing-asing kecamatan di daerah ini, visi tersebut selanjut
diimplementasikan dalam 4 pusat kegiatan pembangunan secara spasial,
yang titik beratnya untuk meningkatkan daya saing dan percepatan
pembangunan perekonomian di kabupaten bengkalis secara keseluruhan.
"Keempat
pusat kegiatan dimaksud adalah pertama, gerbang utama, dengan fokus
menjadikan Pulau Bengkalis sebagai pusat pemerintahan, pusat pendidikan
terpadu dan pusat pengembangan budaya melayu serumpun. Kedua, gerbang
laksamana dengan fokus menjadikan kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil
sebagai kawasan industri, wisata relegius, pelabuhan ekspor-impor, pusat
pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan modern yang pro
rakyat," papar suami Hj Lindawati Muhammad ini.
Yang ketiga,
gerbang permata dengan fokus menjadikan kecamatan Mandau dan Pinggir
sebagai pusat pengembangan industri, pertembangan, perdagangan,
ketenagakerjaan, peternakan, pertanian dan perkebunan. Dan yang
terakhir, keempat, gerbang pesisir dengan fokus menjadikan pulau Rupat
sebagai pusat pariwisata unggulan daerah, perkebunan, peternakan,
kelautan dan perikanan.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari
Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto
Samirin, Founder sekaligus CEO di perusahaan Geoforce Indonesia Dandung
Sri Harninto dan Dosen UIR Anaspuri. Tampak hadir Plt Asisten Tata Praja
Hj Umi Kalsum, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis H Muhammad Milchan
dan segenap civitas akademika Politeknik Negeri Bengkalis.***