
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis memimpin rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan APBD Bengkalis tahun 2016 di lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (17/05/2016).
BENGKALIS - Terhitung 30 April 2016, realisasi fisik kegiatan belanja langsung
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis tahun 2016
sebesar 5,94 persen, sementara keuangan 3,36 persen. Sedangkan untuk belanja
tidak langsung, realisasi fisik 8,19 persen. Sementara realisasi keuangan 7,02
persen.
Berdasarkan laporan Bagian Penyusunan Program Setdakab Bengkalis, khusus untuk belanja langsung tersebut, dari total 44 SKPD, hanya tiga SKPD tercatat memiliki realisasi fisik belanja langsung di atas 30 persen. Yakni, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKPPP) 45.55 persen dari plafon anggaran Rp14 Miliar lebih, Kantor Camat Rupat Utara 32,83 persen dari plafon Rp5 miliar lebih dan Inspektorat 31,16 persen dari plafon anggaran Rp6 Miliar lebih. Namun demikian, dari sisi realisasi keuangan, secara rata-rata jumlahnya lebih kecil dari realisasi fisik. Seperti, BKPPP meskipun realisasi fisiknya 45,55 persen, tapi realisasi keuangannya baru 24,98 persen.
Terkait
dengan realisasi anggaran ini, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin saat memimpin
rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan di lantai II Kantor Bupati
Bengkalis, Selasa (17/05/2016), menginstruksikan masing-masing SKPD terus
melakukan upaya percepatan penyerapan anggaran.
Di samping itu, mantan anggota DPRD Bengkalis tiga periode ini juga minta
kepada ULP untuk jemput bola ke SKPD, jangan hanya bersifat menunggu sehingga
proses lelang bisa secepatnya dilaksanakan.
"Kalau SKPD lambat atau ada dokumen yang kurang, surati mereka sehingga
proses lelang bisa secepatnya dilaksanakan. ULP jangan hanya menunggu, tapi
harus jemput bola ke dinas-dinas maupun badan," ujarnya.
Selain itu, terkait berkurangnya penerimaan DBH yang berpengaruh terhadap APBD Bengkalis yang sudah ditetapkan, suami Kasmarni ini juga minta kepada seluruh kepala SKPD untuk serius merebut dana APBD Provinsi dan APBN. Ini menjadi tantangan bagi semua SKPD agar dapat merebut dana dari provinsi dan pusat, sehingga semua program yang sudah direncanakan dapat direalisasikan.
"Jangan hanya mengandalkan APBD Bengkalis saja, SKPD harus lebih proaktif
buat usulan program kerja, untuk meraih dana APBN, Kementerian maupun Provinsi
Riau," jelasnya.
Usulan dana ini sangat penting untuk mendukung pembangunnan di Kabupaten Bengkalis.
Disampaikan Amril bahwa banyak peluang untuk membangun daerah ini melalui dana
APBD Provinsi dan APBN.
“Hanya saja tentu untuk meraih dana APBD Provinsi dan APBN itu tidak hanya
cukup dengan surat menyurat saja, tapi perlu dilakukan konsultasi, komunikasi
dan berbagai pendekatan lainnya,†katanya.***