Pesisir Butuh Infrastruktur Jalan

Sabtu, 11 Juni 2016

Anggota DPRD Riau, Karmila Sari, reses di Panipahan.

Anggota DPRD Riau, Karmila Sari, reses di Panipahan.
ROHIL, Beritaklik.Com -
Minimnya sarana infrastruktur fisik di daerah pesisir menjadi masukan bagi anggota DPRD Riau, Karmila Sari, ketika reses di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

"Keluhan masyarakat adalah ketika hujan becek, ketika kering susah air dan listrik pun sering mati dan ada beberapa desa yang tidak memiliki listrik.'' kata Karmila, usai melaksanakan agenda reses, Rabu (4/5/2016), kemarin.

Menurutnya, Infrastruktur jalan merupakan solusi yang utama dari keluhan masyarakat khususnya daerah pesisir. Begitu jalan provinsi dan lingkungan sudah dibangun maka anak-anak sekolah menjadi mudah bersekolah, harga sawit menjadi lebih tinggi karena beratnya medan jalan sehingga ongkos angkut juga menjadi tinggi.

Berbeda diwilayah daratan, harga Bahan Bakar Minyak(BBM) berupa solar dan bensin sangat tinggi Rp 9,000-Rp 10,000 / liter. Menurutnya alsan itu sangat sederhana, bahwa medan jalan yang sulit dan lokasi membeli minyak yang jauh ke Sumut sehingga pedagang harus menaikan harga dari harga normal Rp.7.500,.

Untuk itulah, investor sangat diharapkan membangun Stadion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stadion Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN) mengingat dominasi mata pencaharian dan periok nasi warga Palika bersumber dari laut yaitu sebagai nelayan tradisonal.

Dalam hal perikanan, masyarakat yang dominan nelayan sangat mengharapkan pelatihan budidaya Kerang, Kepiting dan Ikan selain bantuan alat-lat nelayan. "Selama ini PPL yang ditugaskan dikeluhkan kurang maksimal dan komitmen dlm bekerja. Kelompok tani dan nelayan begitu minim pengetahuan, modal dan pemasaran.'' katanya.

Untuk sektor pertanian perkebunan, masyarakat petani memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi sawit mereka selain daripada mengharapkan bantuan bibit juga subsidi pupuk. "Kecamatan Pasir Limau Kapas memiliki potensi luar biasa karena banyak hasil perikanan lautnya dan potensi keindahan Pulau Jemurnya sebagai objek wisata yang belum maksimal dikembangkan.''jelas politisi Partai Golkar itu.

Karmila menyebutkan, tugas yang harus dipercepat dari Pemkab Rohil agar segera membuat DED jalan dan pemprov Riau memprioritaskan daerah pesisir ini untuk peningkatan jalannya sehingga masyarakat bisa beraktifitas dan memanfaatkan secara ekonomi dan bidang lainnya ke Provinsi Sumut dan juga ke ibukota Kabupaten untuk menjual hasil perikanan dan perkebunannya.

Tak hanya itu, kemisikinan juga menjadi hal yang patut diperhatikan. Jumlah masyarakat miskin dan janda miskin cukup banyak hampir di setiap kepenghuluan sehingga banyak keluhan merrka seputar kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi dan kesehatan.

Tentunya yang sempat muncu kepermukaan, Palika yang berdekatan dengan Provinsi Sumut maka muncul masalah perbatasan seperti PTPN IV di Kepenghuluan Panipahan Laut. Begitu juga kepenghuluan-kepenghuluan yang berbatasan denga Sumut sering berdampak perebutan wilayah dan tingkat keamanan yang menurun.

"Diharapkan pemkab Rohil dan Pemprov dapat segera memfasilitasi masalah perbatasan ini segera karena sudah berlangsung lama. Alhamdulillah solusi terdekat, kita sudah koordinasi ke Dinas Bina Marga untuk melakukan perawatan jalan di kepenghuluan yang jembatannya rusak dan patah sehingga masyarakat dapat segera menikmati jalan utk aktivitas sehari-hari.''katanya.

Selaian itu juga masalah sampah, khususnya di Panipahan kota menjadi perhatian bagaimana pengolahan serta wadah-wadah sehingga tak membahayakan masyarakat dari serangan penyakit.

"Sangat diperlukan pengolahan sampah di semua kepenghuluan untuk lebih menjaga sanitasi (kebersihan) lingkungan perumahan dan kualitas air laut''.

Dari hasil reses, Karmila menyimpulkan Kecamatan Palika masih memerlukan perhatian kusus baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun dari Pemkab Rohil. "Sepertinl permasalahan disana masih sangat kompleks dan memang harus diberikan perhatian khusus.

Adapun lokasi yang dikunjungi satu-satunya anggota DPRD Riau wanita dari Rohil itu diantaranya Kepenghulaun Panipahan Darat, Panipahan Laut, Teluk Pulai, Sungai Daun dan Pasir Limau Kapas.(Bkw)