Kabid Dikmen H Azman.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebanyak sebelas SLTA di Kabupaten Bengkalis pada tahun ini menerapkan
penerimaan peserta didik baru secara online (PPDB). Proses pendaftaran PPDB
online sudah berlangsung sejak Rabu (15/6) dan sampai saat ini berjalan lancar.
"Harapan kita tentunya yang berjalan
lancar dan tidak ditemui kendala yang bisa menghambat pelaksanaan PPDB online
di sejumlah sekolah ini," ujar Plt Kadis Pendidikan Bengkalis, melalui Kabid
Dikmen H Azman kepada wartawan melalui hubungan ponsel, Kamis (16/6/2016).
Azman yang saat dihubungi sedang
melakukan pemantauan PPDB online di Mandau dan Pinggir mengatakan, pada tahun
ini ada 11 SLTA yang melaksanakan PPDB online. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN
1 Bengkalis, SMAN 2 Bengkalis, SMAN 3 Bengkalis, SMAN 1 Mandau, SMAN 2 Mandau,
SMAN 3 Mandau, SMAN 4 Mandau, SMAN 8 Mandau, SMKN 1 Mandau, SMAN 1 Pinggir dan
SMKN 2 Pinggir.
"Di masing-masing sekolah sudah ada
operator yang memang cukup memahami proses PPDB online ini. Sehingga sangat kecil
kemungkinan terjadi kesalahan yang sifatnya human error," ujar Azman lagi.
Berkaca dari persoalan tahun
sebelumnya dimana PPDB online di Mandau menimbulkan polemik, Azman mengatakan,
pada tahun ini PPDB online untuk jalur lingkungan diperluas, tidak hanya di
sekitar sekolah melainkan diperluas hingga kelurahan.
"Untuk jalur lingkungan ini kuota yang
disiapkan sebanyak 50 persen, dan akan 'diperebutkan' oleh calon pelajar yang
tidak hanya berasal dari RT atau RW di sekitar sekolah, melainkan kelurahan.
Jadi cakupannya lebih besar dan Alhamdulillah, memasuki hari kedua tidak ada komplain
dari masyarakat," kata Azman.
Masih menurut Azman, selain jalur
lingkungan, untuk PPDB online juga terdapat jalur reguler, sebesar 35 persen,
jalur prestasi 10 persen dan jalur luar daerah 5 persen. Kalau kuota yang
melamar untuk masing-masing jalur tersebut berlebih, maka proses seleksi akan
menggunakan nilai tertinggi di masing-masing jalur.
"Sebaliknya, kalau untuk jalur
tertentu kuotanya tidak terpenuhi, maka sisa kuota itu akan kita alihkan ke
jalur lain. Intinya, total kuota penerimaan siswa baru di sekolah tetap
terpenuhi," katanya.
Disamping itu, sambung Azman,
pihaknya juga sudah membatasi kuota siswa baru untuk masing-masing sekolah
sesuai dengan daya tampung. Dirinya berharap, dengan pembatasan tersebut akan
membuat distribusi siswa baru bisa merata termasuk ke sekolah-sekolah swasta. (Bku)