
"Industri hilirnya bakal diprogramkan sebagaimana visi dan misi bupati dan
wakil bupati terpilih," kata Sekdakab Rohil H Surya Arfan, saat
dikonfirmasi, Minggu (22/5/2016), di Bagansiapiapi.
Menurutnya, saat ini kebanyakan daerah mengandalkan sektor perkebunan kelapa
sawit berupa hasil CPO, sementara untuk industri hilir bahan baku sawit sudah
mecukupi diolah menjadi sabun dan kosmetik.
Oleh karena itu, pembangunan pabrik industri Hilir akan menambah serapan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan menyesuaikan potensi sekitar. Sekda
menambahkan, dalam membangunan program ini pemerintah perlu mengandeng investor
swasta.
Disisi lain, potensi perikanan dan kelautan masih menjanjikan, secara bertahap
programnya terus digesa demi kemakmuran masyarakat nelayan. Pemkab juga akan
memanfaatkan sumur tua eks Chevron yang jumlahnya diatas 50 buah.
"Semua potensi yang akan akan dikelola dan dimanfaatkan secara baik oleh
pemerintah daerah," ungkapnya.
Surya menambahkan, pada sektor pertanian lahan yang tersisa hanya sekitar 12
ribu hektar. Mengantisipasi alih fungsi lahan, pemerintah daerah bersama DPRD
sedang membahas aturannya.
"Kalau ini berhasil sudah tentu menambah PAD, angka pengangguran otomatis
berkurang dan angka kemiskinan berangsur menurun," imbuh sekda.(Bkw)