
Kapolres Rohil salam komando usai apel serah terima jabatan sekaligus pisah sambut di Mapolres Rohil, Selasa (17/5/2016).
Kapolres Rohil salam komando usai apel serah terima
jabatan sekaligus pisah sambut di Mapolres Rohil, Selasa (17/5/2016).
ROHIL, Beritaklik.Com - Kabupaten Rohil banyak memiliki jalur pelabuhan tikus membuat daerah
penghasil ikan ini rawan peredaran narkoba. Dalam memberantasnya membutuhkan
kerjasama semua pihak.
Demikian diungkapkan Bupati Rohil H Suyatno, ketika menghadiri acara pisah
sambut Kapolres Rohil AKBP Subiantoro kepada AKBP Hendry Posma Lubis, di
Mapolres Rohil, Selasa (17/5/2016).
Menurutnya, dalam memberantas segala bentuk kejahatan tidak dapat dilakukan
perseorangan, melainkan melibatkan semua personil aparatur baik vertikal dan
horizontal.
"Memberantas kejahatan terutama narkoba bukan tanggungjawab polisi semata,
tetapi masyarakat juga memiliki andil, sehingga peredaran narkoba di wilayah
Rohil dapat diberantas," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Anggota DPRD Rohil Edison Jamil, bahwa peredaran narkoba
sudah mengurita, artinya sudah masuk kesegala institusi tertinggi, pejabat
pemerintahan, aparatur penegak hukum sehingga dibutuhkan keseriusaan dalam
menangganinya.
"Kami berharap kapolres yang baru dapat memberikan penanganan ekstra
terhadap hal ini," imbuhnya.
Disisi lain, narkoba juga merambat kelini pendidikan, ironianya para korban
merupakan para siswa pelajar sekolah, bahkan mahasiswa. Mneurutnya, jika penanganan
kurang serius dilakukan kedepan persoalan generasi muda akan lebih
memprihatinkan.
Sebelumnya, mantan kapolres Rohil AKBP Subiantoro, mengatakan pelaku yang
terlibat dalam kasus narkotika bukan hanya masyarakat bahkan penegak hukum.
Pada tahun ini terangnya terdapat sembilan oknum polisi yang terancam
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)."untuk menindak pelaku
penyalahguna narkoba saya tidak pernah ragu," tegasnya.(Bkw)