Ilustrasi.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Musdalifa, warga Desa Tenggayun meninggal dunia saat melahirkan
putra ke-4. Istri dari Sutrisno itu meninggal setelah mengalami pendarahan pada
Jumat (8/7/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.
Musdalifa melahirkan di rumahnya tanpa adanya bantuan medis dari Bidan Desa
meski berkali-kali pihak keluarga melaporkan keadaan Musdalifa yang sakit akan
melahirkan. Bidan kampung yang berusaha membantu proses persalinan, tidak bisa
berbuat banyak menyelamat anak dalam kandungan istri Trisono.
Jefriden, keluarga Musdalifa menceritakan, almarhumah mulai sakit sejak Kamis (8/7/2016)
pukul 20.00 WIB. Khawatir keadaan saudaranya, pihak keluarga pergi kerumah
bidan desa utuk mendapatkan bantuan medis.
Ironisnya, ditunggu-tunggu pihak keluarga hingga Jumat (8/7/2016) pukul 05.00
WIB, bidan desa tak kunjung datang. Musdalifa melahirkan hanya didampingi dukun
beranak."Keluarga kami pergi lagi ke rumah bidan desa  minta tolong, alasan bidan desa tak sedap
badan (sakit). Padahal lmarhum sedang pendarahan hebat, yang ada di rumah MentEri
(dokter umum), dia menyarankan dirujuk ke bidan desa," katanya.
Demi keselamatan ibu dan anak, sebut Jefriden, keluarga mengadu nasib ke Desa Sepahat
guna meminta bantuan ke bidan desa setempat. "Hal yang sama juga
kembali kami terima. Bidan tak kunjung datang, sampai almarhum meninggal,"
sesalnya seraya berharap dinas terkait memberikan sanksi tegas kepada bidan desa
yang menelantarkan laporan pasien.
Terpisah, Bidan Desa Tenggayun, Yeni saat dikonfirmasi melalui selulernya
membantah telah melantarkan laporan pasien melahirkan. "Benar saya
menerima laporan keluarga (Musdalifa), tapi keluarganya tidak ada yang
menjemput saya. Saya ini juga sakit, saya juga hamil Pak," singkat Yeni
yang langsung memutuskan sambungan seluler. (Bku)