Ternyata Ini Penyebab Listrik Sering Mati di Bengkalis

Selasa, 12 Juli 2016

Seekor monyet tewas kesetrum ketika melintasi jaringan listrik.

Seekor monyet tewas kesetrum ketika melintasi jaringan listrik.
BENGKALIS, Beritaklik.Com –
Gangguan jaringan PLN di Bengkalis yang bersifat non human error masih saja terjadi. Gangguan yang berasal dari ulah monyet maupun ranting pohon yang “berseliweran” di antara kabel listrik cukup mendominasi, dan bisa membuat listrik mengalami pemadaman berjam-jam.

Manajer PLN Ranting Bengkalis, Lubbertri Hartoko kepada wartawan, Selasa (12/7/2016) mengatakan, gangguan akibat ulah monyet bukanlah alasan yang dibuat-buat. Melainkan fakta. “Dalam sebulan, selalui ada saja gangguan listrik akibat ulah monyet yang berdampak kepada terjadinya pemadaman,” ujar Lubbertri.

Dikatakan, pihaknya tahu gangguan itu akibat ulah monyet karena umumnya begitu terjadi gangguan, maka tidak jauh dari jaringan listrik ada monyet yang tergantung mati karena tersetrum. “Kita ada dokumentasi foto monyet-monyet yang mati ini,” ujar Lubbertri sambil menunjukkan salah satu foto monyet yang mati terkapar.

Di samping itu, masih menurut Lubbertri, gangguan juga terjadi dari ranting-ranting pohon yang berada di antara jaringan. Ranting-ranting ini ada yang berasal dari pohon liar dan ada pula pohon-pohon yang sengaja ditanam. Dikatakan, pihaknya secara berkala melakukan pemeliharaan jaringan dengan memotong ranting-ranting yang sudah berpotensi mengganggu jaringan listrik.

Persoalannya, sambung Lubbertri, ada pohon-pohon yang sengaja ditanam, dilarang oleh pemiliknya untuk ditebang/pangkas. “Kalau sudah seperti ini, maka kita nego dengan pemiliknya sampai dia mau. Kita beri pengertian walau prosesnya kadang-kadang lama dan membuat pekerjaan kita melakukan pemeliharaan jaringan sedikit terganggu,” kata Lubbertri lagi.

Terkait dengan itu, Lubbertri mengimbau kepada masyarakat yang menanam pepohonan di pinggir jalan agar ikut membantu PLN memelihara pohon-pohon mereka jangan sampai mengganggu jaringan listrik. (Bku)