Puncak Peringatan HAN di Bengkalis Meriah, Bupati: Lawan Kekerasan Terhadap Anak

Kamis, 28 Juli 2016

Bupati Amril Mukminin dan isteri bersama Polisi Cilik

BENGKALIS -Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 Tingkat Kabupaten Bengkalis yang dipusatkan di Lapangan Tugu Bengkalis, Kamis (28/07/2016), berlangsung meriah dengan penampilan dan atraksi dari anak-anak yang membuat takjub Bupati Bengkalis Amril Mukminin.


Seperti atraksi Polisi Cilik Polres Bengkalis yang menampilkan atraksi dan gerak yang sangat kompak dan penampilan fashion show dari Sekolah Dasar Negeri 1 Bengkalis. Fashion show ini unik karena pakaian yang dikenakan merupakan pemanfaatan barang bekas. Sehingga tak heran atraksi keduanya bukan hanya memukau bupati dan tamu undangan, tetapi juga ratusan pasang mata masyarakat umum yang kala itu hadir di Lapangan Tugu.

Penampilan lainnya yang mendapatkan apresiasi dan sambutan hangat adalah pawai budaya dengan mengenakan baju adat, permainan angklung dari siswa Sekolah Luar Biasa, teatrikal dari Forum Anak Bengkalis, mendongeng yang dibawakan oleh Intan siswi SMPN 1 Bantan sebagai juara I mendongeng provinsi Riau, serta berbagai penampilan menarik lainnya.

Selain mengapresiasi, sempena HAN 2016 Bupati Amril juga mengajak setiap individu, orang tua, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, agar sama-sama memenuhi hak dan senantiasa melindungi anak.

"Selaras dengan amanat Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, kita harus terus berupaya memberikan perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya dan perlakukan tanpa kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi" ungkap Amril.

Sesuai tema peringatan HAN, "Akhiri Kekerasan Pada Anak", Bupati mengajak semua komponen di daerah berjuluk Negeri Junjungan ini untuk bersama-sama melawan, meminimalisir, dan tidak mentolerir bentuk aksi kekerasan pada anak, baik itu dalam bentuk fisik maupun psikis.

"Hal ini perlu kami ingatkan, karena sejauh ini, kita sering melihat, mendengar dan membaca pemberitaan di berbagai media, mengenai aksi kekerasan terhadap anak, baik itu dirumah, sekolah, maupun tempat umum," ujar Amril.

Di bagian lain, mantan Kepala Desa Muara Basung ini mengingatkan orangtua bahwa secara tidak disadari kita kerap melakukan kekerasan terhadap anak, salah satu bentuk kekerasan yang dimaksud adalah kekerasan melalui kata-kata yang menyakitkan.

"Meskipun sifatnya kecil, hal demikian tidak boleh kita lakukan. Sebab, kekerasan dalam bentuk apapun yang dialami anak, akan membawa dampak. Selain stres dan depresi, kekerasan yang dialami dapat menggangu tumbuh kembang anak," papar Amril.

Sebagai contoh, imbuhnya, jika orang tua mengatakan anaknya bodoh, maka dia akan mengganggap dirinya seperti itu. Kondisi ini akan menyebabkan anak cenderung kurang percaya diri serta dapat memperlambat kemandiriannya.

Puncak Peringatan HAN dihadiri Ketua DPRD Bengkalis H Heru Wahyudi, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Rustiyono, Ketua TP PKK Bengkalis Kasmarni dan sejumlah pejabat Eselon lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis. ***