SUNGAI PAKNING-Seorang bayi lahir dalam kondisi memprihatinkan, lambung dan usus
terburai keluar dari badan, Rabu (3/7/2016). Bayi malang tersebut adalah anak
dari pasangan Firnando (25) dan Rina (20), warga Desa Pakning Asal, Kecamatan
Bukit Batu.
Pasangan
Suami istri ini juga tidak menyangka jika bayi yang merupakan anak pertama
mereka ini, lahir dengan kondisi tidak normal, bahkan terbilang langka karena
baru pertama kali terjadi di Sungai Pakning.
"Rabu (3/7/2016) lalu sekitar pukul 12:00 WIB siang, istri saya melahirkandi
tempat salah satu praktik bidan di Sungai Pakning, namun kami tak menyangka
anak pertama kami lahir dengan usus dan lambung di luar badan, mungkin itu
sudah ditakdirkan Tuhan," ucap Firnando, ayah mayi malang tersebut dengan
raut wajah sedih, Jumat (5/7/2016).
Pria yang bekerja sebagai buruh angkutan barang ini
mengaku panik ketika mengetahui kondisi bayinya, hari itu juga langsung
dilarikan ke Puskesmas Sungai Pakning, selanjutnya dirujuk ke RSUD Bengkalis.
"Walau bagaimanapun kondisinya, tetaplah itu bayi anak kandung dan darah
daging kami. Akan tetap kami perjuangkan agar dia bisa bertahan hidup. Namun
menurut keterangan pihak rumah sakit, di RSUD Bengkalis ini belum bisa
menangani bedah untuk kondisi bayi seperti anak kami itu, alasannya peralatan
dan perlengkapan bedah tidak memadai," ungkap Firnando.
Dikatakan Firnando, pihak rumah sakit menganjurkan untuk merujuk anaknya ke
RSUD Pekanbaru, namun tidak sedikit dana yang diperlukan, karena proses
pembedaha, perawatan sampai pemulihan memakan waktu mulai dari 1 sampai 3
bulan.
"Saat ini anak saya sedang dirawat di Ruang Injeksi Bayi RSUD Bengkalis
diletakkan dalam tabung kaca dan diberi infus serta oksigen. Sekarang kami
menunggu keputusan dari rumah sakit, harus dikemanakan anak saya yang malang
itu," tambahnya.
Firnando juga mengaku kewalahan untuk mencari biaya untuk pengobatan anaknya,
jika nanti dirujuk ke RSUD Pekanbaru, sebab dirinya yang hanya bekerja sebagai
buruh mengaku tidak memiliki tabungan.
"Untuk biaya bertahan hidup saja keluarga saya kewalahan mencarinya pak,
apalagi untuk hal tak terduga seperti ini. Namun saya bertekad biar saya tidak
makan, yang penting anak saya bisa mendapat pengobatan selayaknya pak,"
sebut Firnando didampingi istrinya Rina.
Keluarga Firnando juga berharap perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten
Bengkalis, agar proses pengobatan bayi dengan kondisi yang memprihatinkan
tersebut berjalan lancar.
"Kami tentu sangat berharap Perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis,
agar pengobatan anak kami ini dapat terbantu, apalagi kondisi ekonomi kami
sangat lemah, tak mungkin rasanya kami memenuhi segala biaya pengobatan anak
kami, jika tidak dibantu oleh berbagai pihak terutama Pemerintah," tutup
Firnando. ***