APP Lanjutkan Restorasi dan Perlindungan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil

Senin, 08 Agustus 2016

Pekanbaru, Beritaklik.Com - Berawal pada tahun 2015, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas kembali melanjutkan program restorasi dan perlindungan terhadap cagar biosfer Giam Siak Kecil di Propinsi Riau. Dalam penerapan program ini, APP Sinar Mas akan bekerjasama dengan Yayasan Belantara dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, dengan dukungan International Timber Organization (ITTO) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kuok, Riau (FORDA Kuok).

Riau, 4 Agustus 2016 – Program restorasi dan perlindungan terhadap Cagar Biosfer Giam Siak Kecil ini merupakan kelanjutan dari program restorasi hutan seluas 24 hektar di kawasan Giam Siak Kecil yang direkomendasikan oleh Profesor Akira Miyawaki, dari Universitas Yokohama Jepang. Pada tahun 2015 yang lalu, area yang terdegradasi tersebut telah ditanami dengan sekitar 10,000 bibit Shorea sp (dipterocarpaceae) atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Meranti.

Program restorasi dan perlindungan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil ini merupakan kerjasama APP bersama dengan Yayasan Belantara, sebuah yayasan independen yang awalnya dibentuk oleh APP untuk mengelola pendanaan untuk mendukung berbagai program konservasi di lansekap Sumatra dan Kalimantan.

Program ini, yang didalamnya termasuk juga usaha restorasi lahan terdegradasi dengan menanam bibit Meranti Pirang (shorea leprosula), rencananya akan difokuskan di lahan seluas sekitar 6.000 hektar di dalam kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura.

Menandai dimulainya rencana program kerjasama restorasi dan perlindungan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, hari ini, Sekda Siak Drs, H.Tengku Said Hamzah secara simbolis menanam bibit pohon meranti pirang (shorea leprosula) di area seluas 0,8 hektar di kawasan arboretum milik PT Arara Abadi di distrik Rasau Kuning, Perawang, Propinsi Riau.

Turut serta dalam acara ini yaitu Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Ir. Fredrik Suli, mewakili Kadishut Riau Fadrizal Labay. Pendiri Japan Agency for Environmental Business, Mitsunori Kamiya; Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project, Makoto Nikkawa; Perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau; Manajer Proyek International Tropical Timber Organization (ITTO) Bidang Reforestasi & Pengelolaan Hutan, Dr. Ma Hwan Ok; serta Tan Ui Sian dari APP Jepang.

Mewakili manajemen APP, Direktur Komunikasi Global dan Chairman APP Jepang, Tan Ui Sian menyatakan, Upaya ini merupakan sebuah perwujudan komitmen dari APP Sinar Mas untuk melaksanakan kebijakan konservasi hutan yang dicanangkan sejak tiga tahun silam. Niatan ini memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari mitra lokal kami di Riau, maupun berbagai mitra internasional lainnya.

Kehadiran mitra-mitra kami dari Jepang, membuktikan bahwa pasar Jepang sangat menghargai komitmen yang dilakukan APP selama ini, ungkap Tan.

“Berkaca dari pengalaman sebelumnya, sangatlah penting bahwa program restorasi seperti ini juga melibatkan masyarakat setempat, ungkapnya.

Masyarakatlah yang berperan penting sebagai garda utama dalam perlindungan hutan. Selain itu, program konservasi berbasis masyarakat seperti yang akan dijalankan ini juga membantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sejalan dengan upaya konservasi lingkungan.  

Ir.Fredrik Suli MM, kepala KPHP Minas Tahura, menambahkan, "Program ini sangat baik dilakukan khususnya untuk merangsang upaya perlindungan hutan di lanskap Giam Siak Kecil oleh setiap pemangku kepentingan.

Perlindungan hutan di Giam Siak Kecil tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi saja melainkan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Semoga dengan kerja sama ini akan semakin banyak dukungan dari berbagai pihak untuk merestorasi dan melindungi hutan di Indonesia".

Turut juga hadir Dr. Dolly Priatna kepala konservasi APP.

Tentang Asia Pulp and Paper

Asia Pulp & Paper Group (APP) adalah merek dagang untuk grup perusahaan produsen pulp dan kertas terbesar di Indonesia. APP bertanggung jawab untuk menghasilkan produk-produk berkualitas untuk memenuhi permintaan dunia yang terus bertumbuh untuk produk tisu, kemasan dan kertas. Setiap hari produk-produk kami tiba di tangan konsumen dalam berbagai merek di seluruh dunia.

Menjaga integritas dalam rantai pasokan adalah hal yang krusial dalam produksi APP. APP meluncurkan komitmen Sustainability Roadmap Vision 2020 di bulan Juni 2012 dan Kebijakan Konservasi Hutan di bulan Februari 2013, untuk meningkatkan prestasi di sektor lingkungan, konservasi keragaman hayati, dan perlindungan hak-hak komunitas. Tujuan utama dari komitmen ini adalah untuk memastikan bahwa pasokan kayu pulp sudah mengadopsi prinsip High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS), melindungi lahan gambut, meraih sertifikasi 100 persen Sustainable Forest Management (SFM) di tahun 2020.

Di tahun 2015, APP dan pemasoknya telah mengalokasikan lahan seluas kurang lebih 600.000 hektar untuk konservasi di dalam konsesi pemasok mereka untuk restorasi ekosistem.

Pelajari lebih lanjut tentang keunggulan operasi APP melalui Sustainability Reports and Forest Conservation Policy di www.asiapulppaper.com.

Tentang Yayasan Belantara

Yayasan Belantara dibentuk oleh Asia Pulp & Paper Group (APP) untuk mengumpulkan dan mengelola dana untuk mendukung proyek konservasi skala lanskap di Sumatera dan Kalimantan, Indonesia. Yayasan Belantara bertujuan untuk membantu mewujudkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi berkelanjutan, ketersediaan mata pencaharian bagi masyarakat lokal, dan konservasi lingkungan. Hal ini mencakup pengawasan restorasi hutan alam dan perlindungan spesies terancam punah, dan riset untuk memperkuat pengelolaan lanskap berkelanjutan, serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada sumber daya alam. (Bki)