Pengerukan Dermaga II Roro Air Putih Hanya Buang-buang Duit Saja

Kamis, 11 Agustus 2016

Dermaga II Pelabuhan Roro Air Putih.

BENGKALIS-Saat hearing dengan Dishubkominfo Bengkalis beberapa lalu, dinas terkait mengusulkan anggaran perencanaan pengerukan dermaga II pelabuhan Roro Air Putih pada APBD Perubahan 2016 pengerukan. Jika disetujui, maka pengerukan akan dilakukan pada tahun 2017.


Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, H Zamzami mengaku tidak
sependapat. Menurut Anggota Komisi II ini, cara terbaik untuk mengatasi persoalan pendangkalan tersebut adalah dengan menambah dermaga agak ke depan.

Pendapat yang disampaikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, sekitar dua
bulan sebelum peresmian pelabuhan roro yang baru sudah dilakukan
pengerukan, faktanya pelabuhan tersebut tidak bisa digunakan, apalagi
ketika air laur sedang dalam kondisi surut terendah.

“Kalau dikeruk hanya akan membuang-buang duit saja, saya yakin satu
atau dua tahun kemudian akan dilakukan pengerukan lagi. Karena kondisi
pelabuhan roro yang baru ini berbeda dengan yang di Sei Selari, di
sana arusnya cukup deras karena ada doronga dari arus sungai Siak,
sedangkan di Air Putih ini tidak seperti itu sehingga sedimentasinya
sangat cepat,” ujar Zamzami.

Mantan kepala Syahbandar Bengkalis, Selatpanjang dan Pekanbaru ini
kembali menyampaikan, kasus pelabunan BSL dan BSSR Selatbaru adalah
contoh nyata. Konsultan mengatakan, ketika dilakukan pengerukan lalu
dan kapal sudah bisa sandar maka lama kelamaan akan terbentuk alur.

“Nyatanya kita bisa lihat, sudah berapa kali pelabuhan BSL dikeruk,
begitu juga pelabuhan Selatbaru. Alur memang ada tapi kalah cepat
dengan sedimentasi. Tengoklah pelabuhan BSL saat kondisi surutu
terendah, karena terpaksa saja kapal mau sandar, itupun sudah
menerjang lumpur,” ujarnya.

Untuk itu, kata Ketua Fraksi PAN ini, satu-satunya jalan adalah dengan
menambah lebih panjang dermaga beberapa puluh meter lagi ke depan,
setidaknya disamakan dengan pelabuhan lama yang ada di sebelah
pelabuhan baru.

“Intinya, dilakukan kajian terlebih dahulu berapa puluh meter
seharusnya ditambah, kalau memang harus lebih panjang dari pelabuhan
lama ya  harus dilakukan. Dan saya yakin menambah lebih panjang
dermaga lebih efesien ketimban kita melakukan pengerukan,” sebutnya.

Dan yang harus dipahami lagi kata Zamzami, pelabuhan roro Air Putih
yang lama, persis berada di tobe (kondisi tepian terdalam). Makanya,
ketika air laut sedang surut terendah, pelabuhan tersebut masih tetap
bisa digunakan, karena di lokasi tersebut sangat dalam.***