
ROHIL, Beritaklik.Com - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kabupaten
Rohil mensosialisasikan pencegahan karhutla berbasis Global Positioning System
(GPS). Alat itu juga berfungsi untuk membuat peta administrasi desa yang rawan
bencana.
"Tujuan memotivasi masyarakat khususnya di Kepenghuluan Bangko Bakti,
Kecamatan Bangko Pusako. Jadi ini sangat penting supaya masyarakat dapat
menghitung sendiri luas dan jarak lokasi desa yang terkena bencana," kata
Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Bapedalda Rohil, Suta Wirapraja,
di Aula Kepenghuluan Bangko Bakti, Rabu(10/8/2016).
Menurutnya, pengunaan GPS sendiri sama seperti telepon genggam (HP), hanya
perlu selalu melatih menggunakanya supaya lebih mahir. Selain itu, bapedalda selama
memprogramkan 2013 fokus dalam penanggulangan karhutla dan tahun 2016 fokus
program administrasi desa.
"Alhamdulilah, kita sudah sosialisasikan di Labuhan Papan, Taput Tanjung
Melawan. Bango Bakti, kecamatan Bangko Pusako, Desa Rangau, Kecamatan Rantau
Kopar," terang Wira.
Camat Bangko Pusako, Sukardi, memaparkan bahwa hampir 90 persen topografi di
Kecamatan Bangko Pusako terdiri dari lahan gambut, dan jika musim kemarau ada
beberapa titik yang dinilai rawan, seperti Kepenghuluan Pematang Ibul.
"Semoga karlahut dapat dicegah dengan pemantauan berbasis GPS. Saya minta
kedepan masyarakat tanggap cegah karlahut jangan sampai keduluan aparat penegak
hukum lainya," tegas camat.
Hal sama diungkapkan Aktifis Lingkungan dan Gerakan Desa Membangun Riau, Hisam Setiawan,
bahwa setiap tahun selalu terjadi karhutla didaerah rawan bencana, anehnya
banyak masyarakat tidak mengetahui persis lokasinya selain BMG, Polisi dan TNI.
"Sangat ironis sekali kalau masyarakat tidak mengetahui batas desa dan
lokasinya. Apalagi, kepenghuluan Bangko Bakti sudah di definitif kan sejak
tahun 1995, sudah pasti memiliki luas wilayah," imbuhnya.(Bkw)