
Sekdakab Rohil Surya Arfan, membuka rakor pencegahan penyakit filariasis tahap kelima, di aula kantor bupati Rohil, Kamis(11/8/2016).
Sekdakab Rohil Surya Arfan, membuka rakor
pencegahan penyakit filariasis tahap kelima, di aula kantor bupati Rohil,
Kamis(11/8/2016).
ROHIL, Beritaklik.Com - Pemerintah kabupaten Rohil
membuka rakor pencegahan penyakit filariasis (kaki gajah), terhitung 1 Oktober
2016 pemberian obat massal tersebut sudah memasuki tahap kelima secara serentak
se-Indonesia.
Pada kesempatan itu, Plt Sekdakab Rohil H Surya Arfan, mengatakan bahwa tahun
sebelumnya upaya pemkab Rohil telah mencapai target pemberian obat filariasis."Tepat
1 Oktober akan dimulai pemerian obatnya secara serentak kembali diseluruh
wilayah yang tergolong endemi," kata sekda disela membuka rakor di aula
kantor bupati Rohil, Kamis (11/8/2016), Bagansiapiapi.
Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis diprioritaskan
pada kelompok usia diatas 2 tahun, kecuali ibu hamil. Dari laporan ditemukan
sejumlah kasus seperti di kecamatan Pasir Limau Kapas, Rimba Melintang dan Batu
Hampar. Disisi lain penyakit filariasis ternyata tidak dapat diobati, namun
perlu dilakukan tatakelola supaya tidak memperuk keadaan.
"Kasusnya sudah mencapai 42 juta, kita berharap melalui rakor ini
terbentuk untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis
sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020
mendatang tidak lagi ditemukan," ungkap sekda.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan HM Junaidi Saleh, mengungkapkan rapat
koordinasi mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi
kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan
sebelumnya.
"Saya berharap kedepan upaya dan kerja keras yang dilakukan dapat memacu
semangat serta membentuk satu komitmen demi tercapainya hasil terbaik, semoga
masyarakat terhindar dari penyakit tersebut," pinta kadis.(Bkw)