Warga Kubu Keberatan PT SRL Kembangkan Areal Operasi

Rabu, 17 Agustus 2016

ROHIL, Beritaklik.Com - Rencana pengembangan areal wilayah operasional perusahaan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) mendapat reaksi keras dari warga kecamatan Kubu Babussalam. Mereka meminta komisi A DPRD Rohil menindaklanjuti pengaduan tersebut.

Kedatangan puluhan warga itu disambut wakil ketua komisi A DPRD Rohil, Afrizal beserta anggota, H Bahtiar dan Imam Suroso, di ruang rapat kantor DPRD Rohil, Kamis (11/8/2016).

Pada kesempatan itu, salah seorang warga Kuba Sahir, mengatakan rencana beroperasinya perusahaan di wilayah Kuba dan Balai Jaya telah membuat resah masyarakat, apalagi dengan banyaknya peristiwa yang terjadi yakni sengketa dan penyerobotan yang dilakukan perusahaan.

"Kami merasa resah dengan keberadaan perusahaan yang katanya akan membuka mengenai lahan masyarakat," ungkapnya.

Pada kesempatan sama, wakil ketua komisi A DPRD Rohil, Afrizal, mengatakan data yang disampikan masyarakat harus dipastikan keakuratan dan kebenaranya, kemudian lahan masyarakat harus didata secara benar, warga juga tidak boleh sembarang mengaku kalau tidak memiliki lahan.

Oleh karena itu, warga harus memiliki bukti administratif atas lahan yang dimiliki serta menyampaikan surat pengaduan secara resmi kepada komisi A,"Saya minta agar perwakilan warga bisa menyerahkan berkas kelengkapan lahan tersebut untuk dapat dipelajari," jelas Afrizal.

komisi A, sebut Afrizal, ingin melihat dokumen yang dimiliki warga seperti SKT, SKGR atau pun kwitansi pembelian lahan sehingga bila punya data kepemilikan lahan maka kami dari komisi bisa bekerja cepat.

Hal senada dikatakan anggota komisi A, Imam Suroso, sebelumnya dirinya pernah mendengar bahwa luas areal lahan di tiga kecamatan itu lebih 400 hektare (ha) mengingat demikian luasnya lahan maka warga diminta mempersiapkan data dengan baik dan lengkap.

"Kita akan membentuk pansus, mungkin setelah ada data acuannya. Setelah itu komisi bisa memanggil pihak PT SRL, dinas Kehutanan dan masyarakat untuk pertemuan dan penyelesaian masalah ini sampai tuntas," terangnya.(Bkw)