Peringatan HUT RI ke-71 di Rohil

Kamis, 18 Agustus 2016

Bupati H Suyatno menjadi irup peringatan upacar HUT RI ke-71, di Bagansiapiapi.

Bupati H Suyatno menjadi irup peringatan upacar HUT RI ke-71, di Bagansiapiapi.
ROHIL, Beritaklik.Com - Detik-detik peringatan HUT RI ke-71 di kabupaten Rokan Hilir berlangsung khidmat di areal lapangan purna MTQ di kawasan Batu Enam, Bagansiapiapi, sekitar pukul 09.50 wib, Rabu (17/8/2016).

Upacara peringatan lahirnya bangsa Indonesia itu ditandai bunyi sirine panjang, kemudian spontan Wakil ketua DPRD Rohil Suyadi, maju ke depan panggung utama membacakan teks proklamasi dengan khidmat.

Setelah itu barisan anggota paskibra yang berpakaian seragam putih bergerak teratur dari sisi kanan secara perlahan namun dengan teratur bergerak menuju ke depan panggung utama, tempat H Suyatno menjadi Irup apel HUT RI ke-71 bupati Rokan Hilir H Suyatno berdiri.

Selanjutnya seorang anggota paskibra maju menyodorkan baki yang kemudian diletakkan bendera merah putih oleh bupati. Lalu, pembawa baki bergerak ke arah barisan pasukan untuk selanjutnya bendera tersebut dipasangkan tiga anggota paskibra seiring dengan mengnyanyikan lagu Indonesia Raya.

Prosesi pengibaran bendera berlangsung dengan lancar. Pada kesempatan itu hadir jajaran forkompimda Rohil diantaranya kapolres Rohil AKBP Hendri Posma Lubis, kajari Rohil Bima SUprayoga SH, dandim Letkol Arh Bambang Sukisworo dan pejabat lain.

Bupati Shalat Istisqa

Usai prosesi acara dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat istisqa, sebagai upaya untuk memohon turunnya hujan menyikapi kondisi maraknya terjadi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Rohil saat ini.

Alas shalat dibentangkan di tengah lapangan purna MTQ, terdapat tiga shaft barisan lelaki dan satu saft perempuan yang mengikuti shalat Istisqa dengan imam khalifah Syukur.

Selesai shalat, khatib shalat Anton mengajak seluruh ummat untuk merenungi apa yang terjadi saat ini sebagai instropeksi atas kesalahan diri.

"Hal ini harus jadi renungan, kita punya dosa kepada Allah jadi harus memohon pengampunan. Marilah kita berharap turunnya hujan rahmad kepada daerah ini," kata imam masjid Muslimin ini.

Namun kendati menghadapi situasi karhutla dan kekeringan namun terangnya bila dibandingkan karunia yang diberikan Tuhan selama ini jauh lebih besar. Untuk itu harus ada peningkatan rasa syukur agar nikmat yang ada terus ditambah.(Bkw)