
Perairan Bengkalis diselimuti kabut asap, Minggu (28/8/2016).
BENGKALIS -Kabut asap yang menyelimuti perairan Selat Bengkalis dan Selat Baru, sejauh ini belum mengganggu pelayaran. Lalu lintas pelayaran yang melewati Selat Bengkalis masih normal seperti sebelum-sebelumnya.
Seperti diungkapkan Kepala Tata Usaha Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis, Syafrizal, Minggu (28/8/2016), meskipun kabut asap menyelimuti perairan Bengkalis dan sekitar cukup pekat, namun belum berdampak pada pelayaran tranportasi laut.
"Masih
belum mengganggu dan masih lancar seperti biasanya. Baik itu keberangkatan
dalam negeri maupun luar negeri," katanya.
Kendati demikian, jika memang kabut asap bertambah parah, Syafrizal mengimbau kepada nahkoda kapal untuk menunda keberangkatan. "Bagaimanpun keselamatan penumpang paling utama. Tetapi Alhamdulillah hingga saat ini kondisi kabut belum menggangu pelayaran dan kita juga belum menerima keluhan dari nahkoda," tutupnya.
Pada Sabtu (27/8/2016),  kabut asap tebal sempat menyelimuti Bengkalis
dan
sekitarnya. Tidak hanya memedihkan mata dan mengurangi jarak pandang,
angin yang berhembus juga membawa pertikel-pertikel abu sisa
kebakaran, selain mengotori rumah abu-abu sisa kebakaran tersebut
sangat tidak sehat jika terhidu saat bernafas.
Sejumlah warga mengaku terkejut saat keluar rumah dan melihat teras
rumah kotor oleh abu sisa kebakaran dan asap cukup tebal. Ada yang
tetap keluar rumah tapi menggunakam masker, tapi ada juga yang nekat
menerobos pekatnya asap tanpa pelindung masker.
Menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD
Kabupaten Bengkalis, Suiswantoro, Â asap
yang menyelimuti pulau Bengkalis berasal dari kebakaran yang terjadi di Kecamatan
Mandau dan Pinggir juga Siak Kecil. Dan sebagian lagi
kiriman dari kebakaran yang terjadi kabupaten tetangga.
“Sekarang hembusan angin mengarah ke kita (utara), tak heran kalau
asap tebal menyelimuti daerah kita. Tidak hanya Bengkalis asap juga
sudah sampai ke Malaysia,†ujar Suiswantoro.
Karena hanya kiriman maka sifatnya hanya temporer. Buktinya, asap
terlihat begitu pekat pada Sabtu, pada Minggu (28/8/2016) kemarin, asap
kembali menipis.
“Dibanding Sabtu kemarin, hari ini agak berkurang, tapi tetap
diingatkan
gunakan masker kalau keluar rumah,†ujar Suis lagi.
Cuaca di Bengkalis pada Sabtu-Minggu terlihat redup seperti
mendung, tapi kondisi cukup bahang (panas). Karena, cuaca redup bukan
disebabkan oleh mendung tapi tebalnya sap sehingga sinar matahari
terhalangi.
Terkait dengan kondisi asap yang menyelumuti Bengkalis sejak beberapa
hari terakhir, Plt Sekda Bengkalis H Arianto kembali mengingatkan
masyaraka untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, kalaupun harus
keluar rumah sebaiknya menggunakan masker.
“Yang kita hidu tidak hanya asap tapi juga abu-abu sia kebakaran yang
berterbangan. Sangat tidak sehat jika masuk ke tubuh kita, makanya
saya himbau masyarakat untuk gunakan masker kalau keluar rumah,†pesan
Arianto.
Seperti disampaikan Bupati Bengkalis, kata Arianto kalau memang
kondisi udara kembali diselimuti asap tebal dan tidak sehat,
diharapkan Dinas Pendidikan mengambil langkah-langkah terbaik demi
kesehatan anak-anak.