
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menyalami Menteri Pertanian.
JAKARTA–Bersama bupati/walikota se-Indonesia, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menandatangani nota kesepahaman atau memorendum of understanding (MoU) pengadaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) penyuluh pertanian dari pelamar Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) di Audotoriuam F Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).
 Â
Acara penandatanganan MoU dilakukan langsung antara Kepala Badan Penyuluhan dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian dengan kepala daerah,
disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman. Total jumlah
THL-TB di Indonesia mencapai 25 ribu, dari total itu sebanyak 6.700 orang akan
diusulkan pada proses pengadaan CPNS penyuluh pertanian oleh Kementerian
Pertanian.
Salah satu
item yang menjadi penekanan dalam MoU antara Kementerian Pertanian dan kepada
daerah, meningkatan status THL-TB penyuluh pertanian untuk diusulkan dalam
proses pengadaan CPNS, melalui proses seleksi oleh Kementerian Pertanian RI.
Salah satu ketentuan untuk mengikuti proses pengadaan CPNS ini minimal berusia
35 tahun pada 31 Desember 2016.
Seperti
diketahui, jumlah THL-TB penyuluh pertanian yang mengabdi sejak tahun 2007
untuk memajukan sektor pertanian di Negeri Junjungan sebanyak 39 orang. Dari
THL-TB yang berusia 35 tahun hingga tahun ini sebanyak 11 orang. “Kita berharap
dari total jumlah ini, seluruhnya bisa diangkat menjadi CPNS. Tentunya harus
melalui proses seleksi sangat ketat yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian
RI,†ungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin.
Selain
Bupati Bengkalis Amril Mukminin, turut hadir pada penandatanganan MoU pengadaan
CPNS penyuluh pertanian ini, Plt Sekretaris Daerah Arianto yang juga Kepala
Dinas Pertanian dan Peternakan, Plt Badan Kepegawaian Daerah Yuhelmi dan Kepala
Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Erwin.Â
Amril
Mukminin sangat mendukung program pengadaan CPNS penyuluh pertanian, sebagai
upaya untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan di negeri ini, tak
terkecuali Kabupaten Bengkalis. Apalagi, sejauh ini khusus di Negeri Junjungan,
masih tergantung dengan pasokan beras dari daerah luar.
Berdasarkan
data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, total tenaga
penyuluh pertanian sebanyak 74 orang, dari angka itu sebanyak 39 berstatus
THL-TB. Pada umumnya, THL-TB ini diangkat oleh Kementerian Pertanian mulai
tahun 2007, 2008 dan 2009, yang ditugaskan di sejumlah sentra pertanian yang
ada di Kabupaten Bengkalis.
Terkait
dengan produksi padi pada tahun 2014 mencapai 27.441 ton di luas lahan panen
mencapai 7.302 hektar atau rata-rata 37,58 ku/ha. Namun pada tahun 2015
produksi padi Kabupaten Bengkalis sedikit mengalami penurunan menjadi 26.679
ton. Melihat produksi pertanian, mantan Kepala Desa Muara Basung ini
menekankan, tentu menjadi sebuah tantangan bagi stakeholder terkait agar
bekerja keras untuk meningkatkan produksi padi.
‘’Kita tetap
konsisten menjadikan sektor pertanian, sebagai salah satu skala prioritas
pembangunan di Negeri Junjungan. Apalagi saat ini, sektor perkebunan seperti
karet tidak lagi menggiurkan, makanya kita terus mendorong masyarakat untuk
tetap mempertahankan sektor pertanian,’’ ungkap Amril Mukminin.