
Grup Joget Bontek Tasik Puri Puyu "Senandung Malam" foto bersama dengan jajaran pengurus LMB Bengkalis usai tampil di arena bazar, Senin malam (6/9/2016).
BENGKALIS- Tarian Joget Bontek Tasik Puri Puyu dari Desa Tanjung Padang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti terancam hilang. Perlu adanya upaya serius untuk melestarikan kesenian tersebut.
Seperti disampaikan, Okun (55), pimpinan Grup Senandung Malam usai mendampingi anak buahnya enampilkan tarian khas suku asli di Bazar LMB Bengkalis, Sungai Bengkel, Senin (5/9/2016) malam.
Perempuan suku Asli paruh baya ini mengaku prihatin terhadap kesenian yang telah digeluti sejak umur 15 tahun ini. Menurutnya, tarian Joget Bontek ini mulai hilang. "Makanya saat itu, saya ingin membangkitkan kembali kesenian ini. Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa bertahan, meski dengan alat dan sarananya apa adanya, " ungkapnya.Â
Sejak ia menghidupkan kembali Joget Bontek itu, lambat laun mulai dikenal kembali di kalangan masyarakat. Ini terbukti ketika ada acara, sering diundang, termasuk ada resmi pemerintahan.
"Kalau ada acara di pemerintahan, kita sering mendapat undangan sampai ke Dumai. Hasilnya cukup untuk keperluan kostum dan makeup. Sementara untuk peralatan kita belum bisa melengkapinya dan mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah," harap Okun.Â
‎Sementara Datuk Panglima Muda LMB Kabupaten Bengkalis, Herman Achmad berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kesenian tradisional Joget Bontek yang sudah mulai punah ini. Jika tidak, bisa jadi suatu saat nanti, kesenian ini hanya tinggal nama saja.
Ditambahkan Herman, pemerintah perlu melakukan pembinaan mengingat tarian Joget Bontek yang diperagakan oleh suku asli ini, gerakannya otodidak sejak zaman dahulu hingga saat ini. Artinya, tidak terlihat ada perkembangan sama sekali sehingga perlunya pembinaan dan sentuhan perlatan yang mendukung.***