
BENGKALIS- Orang tua mana yang tidak cemas dan kawatir ketika
mendapat kabar anak tersayang mengalami luka parah karena jatuh atau
kecelakan lalu lintas. Terlebih kabar itu disampaikan oleh guru si
anak atau orang yang mengaku-ngaku sebagai aparat kepolisian, yang
membawanya ke rumah sakit.
Namu perasaan cemas dan kawatir itu beruah menjadi geram dan
mendongkol ketika tahu bawha si penelepn hanya ingin memanfaatkan
kegugupan orang tua, lalu ujungnya-ujungnya minta transfer sejumlah
uang.
Penipuan berkedok anak jatuh ata kemalangam atau terlibat narkoba itu
dalam minggu-minggu sedang marak di Bengkalis, beruntung belum ada
orang tua yang mengaku sempat mengirimkan sejumlah uang kepada si
penelfon
Seperti yang dialami H Mukhlizar, Kamis (20/10/2016), sekitar pukul
08.30 WIB dirinya menerima panggila dari salan seorang yang mengaku
guru di salah satu SD tempat anaknya sekolah. Guru dengan nomor hape
085213817049 tersebut mengabarkan kalau anaknya terjatuh kamar kecil
(WC) sekolah dan mengalami luka parah.
Selanjutnya oleh guru lainnya, anak salah satu Kepala Seksi di Dinas
Perikanan dan Kelautan itu dibawa oleh salah seorang guru ke rumah
sakit. “Saya diminta menghubungi guru yang mengatarkan anak saya ke
rumah sakit, si penelpon juga mengirimkan nomor guru tersebut,
081293417445,†ujar Mukhlizar.
Orang tua mana yang tak risau dan was-was saat mendapat kabar
tersebut, begitupun dirinya, ketika menedapatkan kabar tersebut
dirinya langsung menghubungi ibu si anak, sayangnya hapenya sedang
tidak aktif. Sementara adiknya tidak berada di rumah alias keluar
kota.
“Si penelpon tahu persis saya sedang tidak berada di Bengkalis, di
juga tahu saya tinggal di mana, nama anak-anak saya dan dimana anak
saya sekolah. Makanya, ketika aya mendapatkan kabar itu saya sempat
panik, namun saya masih terus berfikir bemar tidaknya kabar itu,â€
sebutnya.
Masih dalam kondisi cemas, pria yang akrab disapa Mong ini lantas
meminta bantuan ketua RT setempat, H Djumnizul yang rumahnya tidak
jauh dari SD tempat anaknya sekolah untuk mendatangi sekolah. Ternyata
setelah dicek di sekolah, anaknya dalam kondisi baik-baik saja. “Semua
orang tua pasti cemas dan was-was ketika mendapat kabar seperti itu.
Yang penting janga panik dan tetap berusaha mencari kebenaran kabar
tersebut,†ujarnya.
Karena tidak ingin ada yang tertipu dengan modus yang sama, oleh
Monng, kisah yang dialaminya tersebut disher melalui media sosial,
ternyata banyak komentar yang menyebutkan penipuan dengan modus anak
jatuh, kecelakaan atau terkena razia narkoba dalam minggu-minggu ini
sedang marak-maraknya di Bengkalis.
“Barusan ada orang tua menangis-nangis datang ke ke sekolah, dia
mendapat kabar kalau anaknya kecelakaan lalu lintas. Ternyata setelah
sampai di sekolah anaknya sedan belajar,†ujar M Nurahim Suprapto
salah seorang guru di Bengkalis.
Bahkan menurut salah seorang ibu rumah tangga, baru-baru ini juga
mendapat telpon dari seseorang yang mengaku polisi. Si penelpon
mengatakan kalau anaknya ditahan karena kedapatan membawa narkoba.
“Aneh-aneh saya modus para penipu ini, bagaimana anak saya mau
terlibat narkoba, lha anak saya masih bayi, bisa jalan aja belum,â€
ujar ibu tersebut.***