
Mobil pengangkut BBM ke Pulau Bengkalis menumpuk di Sei Selari, Selasa (25/10/2016).
BENGKALIS -Puluhan truck penyuplai Bahan Bakar Minya (BBM) untuk Pulau
Bengkalis, terlihat masih menumpuk di antrean pelabuhan Roro Sungai Selari Kecamatan
Bukit Batu, Selasa (25/10/2016). Ini menjadi penyebab putusnya stock BBM di Pulau
Bengkalis, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkannya baik untuk kendaraan
roda 4 maupun roda 2.
Pantauan di lapangan, tumpukan truck pengangkut BBM masih
belum bisa menyeberang ke Bengkalis hingga Pukul 15:30 WIB (25/10). "Kami
sudah mengantri berjam-jam pak, tapi mau diapakan lagi kondisi penyeberangan
memang lagi susah, ya kita hanya bisa menunggu saja," kata salah seorang
supir truck BBM yang tak ingin disebut namanya dan sedang mengantri di roro
Sungai Selari.
Kondisi Penyeberangan Roro Bengkalis yang tidak lancar kini mulai dirasakan
dampaknya. Sejumlah Agen Prenium dan Minyak solar (APMS) terjadi ke kosongan. "SejumlahÂ
APMS dan SPBU mulai terjadi kekosong stok Bahan bakar Minyak karena
keterlambatan distribusi akibat penyeberangan tidak lancar," ungkap
Burhanudin, Kabid Perdangangan dalam Negeri Disperindag Bengkalis, Selasa (25/10/2016).
Terang dia, meskipun terjadi kekosongan di APMS, tetapi dipos pos agen masih
tersedia. Jadi belum terjadi kelangkaan BBM akibat dari perbaikan pelabuhan. "Jadi
tidak terjadi kelangkaan minyak di Bengkalis sejak penyeberang Roro kita tidak
lancar. Hanya saja pasokan minyak yang terlambat masuk, tidak seperti
biasa," kata dia.
Burhanudin menjelaskan, untuk hari mungkin stok minyak akan
kembali masuk jam 1 sampai 2 siang hari ini saat kondisi air pasang. "Kalau
harga BBM masih normal karena tidak ada kelangkaan minyak,"
tandasnya.
Seperti diketahui, penyeberangan roro Bengkalis saat ini
bergantung pada pasang surut air laut. Pasalnya hanya Darmaga II yang
beroperasi, sementara dermaga I masih dalam masa perbaikan selama 15 hari ke
depan.
Sejak diresmikan pertengahan tahun ini, dermaga II Bengkalis tidak bisa beroperasi maksimal. Karena kondisi darmaga IIÂ kandas saat air surut.***