
KMP Swarna Putri sandar di pelabuhan kargo.
BENGKALIS - Penyeberangan terjadwal di
pelabuhan Roro Air Putih, Bengkalis akibat perbaikan breasting dolphin di dermaga
I Roro Air Putih, Bengkalis, menimbulkan berbagai persoalan. Selain antrean
panjang, keributan dan kelangkaan bahan bakar, kabar terbaru terjadi aksi
pungutan liar yang diduga dilakukan ABK.Â
Indikasi itu mencuat pada Selasa (25/10/2016) malam
terjadi hal yang tidak biasa dilakukan armada penyeberangan. Berangkat dari
Roro Sungai Selari, armada penyeberangan diduga SD dan AM tidak menurunkan
penumpang di dermaga Roro Bengkalis.
Kedua angkutan penyeberangan itu malah merapat dan
menurunkan penumpang di pelabuhan Kargo Air Putih Bengkalis. Setiap kendaraan
yang seluruhnya sepeda motor itu dipungut biaya lansir kendaraan. Setiap
kendaraan harus membayar Rp30 ribu.
Salah satu penumpang AM, Bidin mengaku kecewa dengan
kejadian tersebut. Mau tidak mau, suka tidak suka dia terpaksa membayar biaya
lansir kendaraan kepada ABK kapal. "Inikan pungli namanya, buat apa kami
beli tiket kalau kami diminta tambahan ongkos. Buat apa kami beli tiket, kalau
kami tidak dapat menikmati fasilitas publik itu," ungkapnya kecewa.
Padahal katanya, saat itu air laut masih pasang dan mungkinkan armada penyeberangan merapat ke dermaga roro. "Malam tadi itu ada sekitar 50 kendaraan. Kali lah Rp30 ribu. Berapa pungli yang mereka dapat," tukasnya.
Â
Dia berharap adanya tindakan tegas yang dilakukan pihak terkait terhadap armada penyeberangan nakal. Salah satu ABK AM, tak mengelak terkait hal itu. Dia mengaku kapal tidak bisa merapat di dermaga II karena air laut dalam kondisi surut.
"Kita juga tidak memaksa pengguna jasa untuk bayar sekian-sekian. Seikhlasnya saja," terang pria tersebut.***