DALAM rangka menciptakan
atlet-atlet handal, Pemerintah provinsi Riau terus melakukan pembinaan dan
peningkatkan mutu olahraga. Hal tersebut dilakukan demi meraih prestasi
dibidang olahraga.
Awal kebangkitan provinsi Riau dibidang
olahraga, sebenarnya telah dimulai sejak PON V tahun 1961 di Bandung Jawa Barat
yang merupakan moment kedua keikutsertaan Riau di ajang PON. Saat itu
Riau berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Raihan ini mengantarkan Riau finis di peringkat ke 12 atau naik satu tingkat
dari PON sebelumnya.
Pada PON IX tahun 1977 di Jakarta, Bumi Lancang
Kuning kembali menyabet prestasi ke peringkat 10 besar dengan raihan, 3 emas, 2
perak dan 6 perunggu dan pada PON X tahun 1981 Provinsi Riau membuat kejutan
dan duduk di level ke-sembilan dengan menggondol 8 medali emas, 13 perak dan 13
perunggu.
Tidak berhenti disitu, Riau makin melejit di PON
XI tahun 1985, raihan medali Riau meningkat, 9 medali emas 8 perak dan 5
perunggu dibawa pulang meskipun secara peringkat Riau turun empat tingkat di
posisi ke 13.
Penurunan prestasi Riau di PON pun berlanjut di
lima dekade PON. PON XII tahun 1989, Riau meraih 4 emas, 5perak dan 11 perunggu
finis diperingkat ke-20. Lalu PON XIII tahun 1993 perolehan medali kembali
naik, mengantongi 6 emas, 5 perak dan 7 perunggu, finis di peringkat ke 17.
Pada PON XIV tahun 1996 secara peringkat tetap
di posisi 17, namun raihan medali kembali naik, menjadi 9 emas 6 perak dan 15
perunggu.
Tapi kali ini grafik prestasi Riau kembali
menurun di PON XV tahun 2000. Torehan 5 emas, 9 perak dan 15 perunggu membuat
Riau terhempas ke peringkat 18.
Tidak ingin terpuruk Riau pun mencoba bangkit
pada PON XV 2004 di Sumatera Selatan Kontingen Riau berhasil membawa pulang 16
medali emas, 14 perak dan 20 perunggu. Grafik Negeri Lancang Kuning pun kembali
naik ke peringkat 11.
Pemprov Riau tercatat sudah 15 kali mengirimkan
atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pada tahun 2012 lalu, sebagai tuan rumah pada
PON ke XVIII Riau telah menembus peringkat 6 besar dan menjadi Raja di Sumatera
dengan merebut 43 medali emas, 39 perak, dan 51 perunggu di bawah, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur.
Dengan catatan prestasi tersebut, Gubernur Riau
Arsyadjuliandi Rachman sangat yakin atlet Riau pada Pekan Olahraga Nasional
(PON) ke-19 di Jawa Barat akan meraih sukses dan berprestasi sesuai dengan
target dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kalau melihat hitung-hitungan dari KONI dan
cabang olahraga seluruhnya, Insya Allah kita dapat 10 besar,†kata Andi Rahman,
saat melepas kontingen yang terdiri dari 336 atlet, 95 pelatih dan
rombongan ke Jawa Barat.
Siap Berikan Bonus Untuk Atlet Mendulang
Mendali
ARSYADJULIANDI Rahman mengatakan, tentunya
masyarakat berharap para atlet Riau dapat mempertahankan prestasi PON 2012
yaitu berada pada peringkat enam, dan paling tidak masuk 10 besar nasional. Dia
juga berharap, prestasi pada Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Sumatera kemarin,
dimana Riau mendapat juara umum bisa menjadi motivasi bagi para atlet.
Kemudian, berbagai ujicoba yang diikuti oleh atlet-atlet Riau, baik Kejuaraan
Daerah (Kejurda) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mampu menambah pengalam
bagi para atlet untuk berlaga pada PON 2016 di Jawa Barat September ini.
Untuk membangkitkan semangat para Atlet di ajang
PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman
menjanjikan bonus bagi Atlet yang berprestasi.
“Bonus bagi peraih medali di PON sudah disiapkan,
yang jelas jumlahnya lebih besar dari PON 2012 lalu,†tegas Arsyadjuliandi
Rahman.
Gubernur berharap besar terhadap Atlet Riau akan
meraih sejumlah medali emas. Gubernur berpesan agar atlet terus semangat dalam
mengikuti PON di Jabar.
Ciptakan Duta Olahraga Dari Bumi Melayu
PEMPROV Riau siap memberdayakan bibit lokal yang
ada di daerah sehingga dukungan pendanaan juga telah disiapkan melalui APBD
setempat. Bahkan pendanaan juga akan difasilitasinya untuk melibatkan
perusahaan maupun pengusaha sebagai bapak angkat di masing-masing cabang
olahraga (cabor).
Tujuan dari mencondongkan atlet lokal adalah
untuk mendidik atlet-atlet potensial daerah guna dicetak menjadi duta olahraga,
sehingga ke depan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan tingkat
nasional, kemudian mengangkat nama Indonesia di laga internasional.
Selama ini, kata dia lagi, Pemprov Riau terus
mendukung kemajuan olaharga, yakni selain dukungan APBD yang diberikan tiap
tahunnya, dan terus melakukan pembibitan dan pembinaan olahraga berprestasi.
Karennya, sebelum bertolak ke Jabar, Gubri
berpesan kepada rombongan atlet Riau untuk menjaga nama baik Provinsi
Riau. “Selama rombongan di sana jaga selalu marwah melayu yang santun, elok
dimanapun berada khususnya saat dipertandingan,†ucapnya.
Tak lupa Gubri meminta atlet selalu menjunjung
sportifitas saat di luar maupun dalam pertandingan. “Karena PON merupakan arena
untuk meningkatkan prestasi nasional maupun ditingkat internasional,â€
katanyanya.
“Kalau melihat hitung-hitungan dari KONI dan
cabang olahraga seluruhnya, Insya Allah kita dapat 10 besar,†kata Andi Rahman.
Jauh sebelum perhelatan PON dilaksanakan Pemprov
Riau melaui KONI pada tahun 2016, pembinaan khusus dilakukan kepada atlet
berdasarkan kategori serta pemberian dana khusus, berdasarkan peluang sang
atlet untuk meraih medali di PON Jabar. Baik medali emas, perak atau perunggu.
Berdasarkan kategori inilah besaran dana
pembinaan khusus yang diterima atlet. Namun selain dana pembinaan khusus, ada
dana lain yang juga akan didapat para atlet. Besaran dana ini juga berdasarkan
kategori tersebut. Sedangkan untuk klasifikasi atlet sudah dilakukan bidang
pembinaan prestasi KONI Riau.
“Dari berbagai persiapan itu yang telah
kita lakukan adalah pendekatan pembiayaan dan itu sudah sesuai dengan program
yang ada yakni uang pembinaan khusus untuk atlet kita transfer langsung ke
rekening atlet,†ujar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau
Emrizal Pakis, belum lama ini dalam rangka persiapan atlit PON Riau.
Untuk meningkatkan mutu olah raga dalam
mengikuti PON Bandung Jawa Barat, biaya operasional latihan juga sudah
disalurkan dan diberikan tiap bulan kepada para atlit untuk masing-masing cabor
yang akan mengikut PON. Tidak hanya biaya operasional, para peserta juga
mengikitu TC untuk 35 Cabor untuk mengontrol fisik para atlit.
“Selanjutnya tes kesehatan dan fisik atlet PON juga sudah dilakukan. Lalu
Traning Camp (TC) 35 cabor juga sudah berjalan dilapangan,†ucap Emrizal.
Tak hanya mengikuti serangkaian pembinaan, para
atlit juga telah diberikan vitamin dan suplemen. “Vitamin dan suplemen sangat
berguna untuk meningkatkan stamina atlet,†papar Emrizal.
Persiapan atlit ini telah dilakukan sejak
Februari 2016 lalu dan mereka telah diberikan dana pembinaan khusus dalam
rangka persiapan PON Bandung Jawa Barat.
Melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Riau telah bertekad untuk tidak lagi mempergunakan atlet dari luar
daerah untuk memabawa nama harum Riau di ajang nasional, termasuk di Pekan
Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat mendatang, karena sejak awal Riau
telah melakukan pembinaan kepada para atlit yang menghabiskan dana APBD yang
jumlahnya tidak sedikit.
Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis mengaku dalam PON
2016, Riau hanya menggunakan para atlet asli Riau hasil binaan sendiri. “Jadi
kita tidak akan menggunakan atlet dari luar,†ujarnya.
Pembinaan para atlet, tambah Emrizal terus
dilakukan sejak jauh hari sebelumnya. “Usai PON 2012 lalu kita telah mencari
bibit-bibit olahraga dan melakukan pembinaan-pembinaan terhadap mereka,â€
ungkapnya.
Tujuanya agar PON 2016 di Bandung Jawa Barat,
Riau tidak perlu mendatangkan atlet dari luar, tapi cukup dengan menggunakan
atlet asli Riau. Sebab di Riau sendiri banyak terdapat bibit-bibit olahraga
yang potensial untuk dibina dan dikembangkan.
Untuk itu sejak awal para atlet Riau telah
mendapatkan pembinaan secara intensif di beberapa lembaga pembinaan olahraga,
seperti di PPLP, PPLM, dan SMA Olahraga. Selain itu masing-masing cabang
olahraga untuk melakukan pembinaan.
Pemprov Riau terus melakukan pembinaan atlit
untuk mencapai prestasi dan memenuhi target pada Pekan Olahraga Nasional (PON)
XIX September 2016 di Jawa Barat. Berbagai persiapan yang dilakukan atlet Riau
dan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor).(Adv)