Mengukir Prestasi dan Peningkatkan Mutu Olahraga yang Gemilang di Bumi Melayu

Kamis, 15 September 2016

Mengukir Prestasi dan Peningkatkan Mutu Olahraga yang Gemilang di Bumi Melayu

DALAM rangka menciptakan atlet-atlet handal, Pemerintah provinsi Riau terus melakukan pembinaan dan peningkatkan mutu olahraga. Hal tersebut dilakukan demi meraih prestasi dibidang olahraga.

Awal kebangkitan provinsi Riau dibidang olahraga, sebenarnya telah dimulai sejak PON V tahun 1961 di Bandung Jawa Barat yang merupakan moment kedua keikutsertaan Riau di ajang PON.  Saat itu Riau berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Raihan ini mengantarkan Riau finis di peringkat ke 12 atau naik satu tingkat dari PON sebelumnya.

Pada PON IX tahun 1977 di Jakarta, Bumi Lancang Kuning kembali menyabet prestasi ke peringkat 10 besar dengan raihan, 3 emas, 2 perak dan 6 perunggu dan pada PON X tahun 1981 Provinsi Riau membuat kejutan dan duduk di level ke-sembilan dengan menggondol 8 medali emas, 13 perak dan 13 perunggu.

Tidak berhenti disitu, Riau makin melejit di PON XI tahun 1985, raihan medali Riau meningkat, 9 medali emas 8 perak dan 5 perunggu dibawa pulang meskipun secara peringkat Riau turun empat tingkat di posisi ke 13.

Penurunan prestasi Riau di PON pun berlanjut di lima dekade PON. PON XII tahun 1989, Riau meraih 4 emas, 5perak dan 11 perunggu finis diperingkat ke-20. Lalu PON XIII tahun 1993 perolehan medali kembali naik, mengantongi 6 emas, 5 perak dan 7 perunggu, finis di peringkat ke 17.

Pada PON XIV tahun 1996 secara peringkat tetap di posisi 17, namun raihan medali kembali naik, menjadi 9 emas 6 perak dan 15 perunggu.

Tapi kali ini grafik prestasi Riau kembali menurun di PON XV tahun 2000. Torehan 5 emas, 9 perak dan 15 perunggu membuat Riau terhempas ke peringkat 18.

Tidak ingin terpuruk Riau pun mencoba bangkit pada PON XV 2004 di Sumatera Selatan Kontingen Riau berhasil membawa pulang 16 medali emas, 14 perak dan 20 perunggu. Grafik Negeri Lancang Kuning pun kembali naik ke peringkat 11.

Pemprov Riau tercatat sudah 15 kali mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pada tahun 2012 lalu, sebagai tuan rumah pada PON ke XVIII Riau telah menembus peringkat 6 besar dan menjadi Raja di Sumatera dengan merebut 43 medali emas, 39 perak, dan 51 perunggu di bawah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur.

Dengan catatan prestasi tersebut, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sangat yakin atlet Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 di Jawa Barat akan meraih sukses dan berprestasi sesuai dengan target dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Kalau melihat hitung-hitungan dari KONI dan cabang olahraga seluruhnya, Insya Allah kita dapat 10 besar,” kata Andi Rahman, saat melepas kontingen yang terdiri dari  336 atlet, 95 pelatih dan rombongan ke Jawa Barat.


Siap Berikan Bonus Untuk Atlet Mendulang Mendali

ARSYADJULIANDI Rahman mengatakan, tentunya masyarakat berharap para atlet Riau dapat mempertahankan prestasi PON 2012 yaitu berada pada peringkat enam, dan paling tidak masuk 10 besar nasional. Dia juga berharap, prestasi pada Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Sumatera kemarin, dimana Riau mendapat juara umum bisa menjadi motivasi bagi para atlet. Kemudian, berbagai ujicoba yang diikuti oleh atlet-atlet Riau, baik Kejuaraan Daerah (Kejurda) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mampu menambah pengalam bagi para atlet untuk berlaga pada PON 2016 di Jawa Barat September ini.

Untuk membangkitkan semangat para Atlet di ajang PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menjanjikan bonus bagi Atlet yang berprestasi.

“Bonus bagi peraih medali di PON sudah disiapkan, yang jelas jumlahnya lebih besar dari PON 2012 lalu,” tegas Arsyadjuliandi Rahman.

Gubernur berharap besar terhadap Atlet Riau akan meraih sejumlah medali emas. Gubernur berpesan agar atlet terus semangat dalam mengikuti PON di Jabar.

 

Ciptakan Duta Olahraga Dari Bumi Melayu

PEMPROV Riau siap memberdayakan bibit lokal yang ada di daerah sehingga dukungan pendanaan juga telah disiapkan melalui APBD setempat. Bahkan pendanaan juga akan difasilitasinya untuk melibatkan perusahaan maupun pengusaha sebagai bapak angkat di masing-masing cabang olahraga (cabor).

Tujuan dari mencondongkan atlet lokal adalah untuk mendidik atlet-atlet potensial daerah guna dicetak menjadi duta olahraga, sehingga ke depan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan tingkat nasional, kemudian mengangkat nama Indonesia di laga internasional.

Selama ini, kata dia lagi, Pemprov Riau terus mendukung kemajuan olaharga, yakni selain dukungan APBD yang diberikan tiap tahunnya, dan terus melakukan pembibitan dan pembinaan olahraga berprestasi.

Karennya, sebelum bertolak ke Jabar, Gubri berpesan kepada  rombongan atlet Riau untuk menjaga nama baik Provinsi Riau. “Selama rombongan di sana jaga selalu marwah melayu yang santun, elok dimanapun berada khususnya saat dipertandingan,” ucapnya.

Tak lupa Gubri meminta atlet selalu menjunjung sportifitas saat di luar maupun dalam pertandingan. “Karena PON merupakan arena untuk meningkatkan prestasi nasional maupun ditingkat internasional,” katanyanya.

“Kalau melihat hitung-hitungan dari KONI dan cabang olahraga seluruhnya, Insya Allah kita dapat 10 besar,” kata Andi Rahman.

Jauh sebelum perhelatan PON dilaksanakan Pemprov Riau melaui KONI pada tahun 2016, pembinaan khusus dilakukan kepada atlet berdasarkan kategori serta pemberian dana khusus, berdasarkan peluang sang atlet untuk meraih medali di PON Jabar. Baik medali emas, perak atau perunggu.

Berdasarkan kategori inilah besaran dana pembinaan khusus yang diterima atlet. Namun selain dana pembinaan khusus, ada dana lain yang juga akan didapat para atlet. Besaran dana ini juga berdasarkan kategori tersebut. Sedangkan untuk klasifikasi atlet sudah dilakukan bidang pembinaan prestasi KONI Riau.

 â€œDari berbagai persiapan itu yang telah kita lakukan adalah pendekatan pembiayaan dan itu sudah sesuai dengan program yang ada yakni uang pembinaan khusus untuk atlet kita transfer langsung ke rekening atlet,” ujar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau Emrizal Pakis, belum lama ini dalam rangka persiapan atlit PON Riau.

Untuk meningkatkan mutu olah raga dalam mengikuti PON Bandung Jawa Barat, biaya operasional latihan juga sudah disalurkan dan diberikan tiap bulan kepada para atlit untuk masing-masing cabor yang akan mengikut PON. Tidak hanya biaya operasional, para peserta juga mengikitu TC untuk 35 Cabor untuk mengontrol fisik para atlit.  “Selanjutnya tes kesehatan dan fisik atlet PON juga sudah dilakukan. Lalu Traning Camp (TC) 35 cabor juga sudah berjalan dilapangan,” ucap Emrizal.

Tak hanya mengikuti serangkaian pembinaan, para atlit juga telah diberikan vitamin dan suplemen. “Vitamin dan suplemen sangat berguna untuk meningkatkan stamina atlet,” papar Emrizal.

Persiapan atlit ini telah dilakukan sejak Februari 2016 lalu dan mereka telah diberikan dana pembinaan khusus dalam rangka persiapan PON Bandung Jawa Barat.

Melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau telah bertekad untuk tidak lagi mempergunakan atlet dari luar daerah untuk memabawa nama harum Riau di ajang nasional, termasuk di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat mendatang, karena sejak awal Riau telah melakukan pembinaan kepada para atlit yang menghabiskan dana APBD yang jumlahnya tidak sedikit.

Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis mengaku dalam PON 2016, Riau hanya menggunakan para atlet asli Riau hasil binaan sendiri. “Jadi kita tidak akan menggunakan atlet dari luar,” ujarnya.

Pembinaan para atlet, tambah Emrizal terus dilakukan sejak jauh hari sebelumnya. “Usai PON 2012 lalu kita telah mencari bibit-bibit olahraga dan melakukan pembinaan-pembinaan terhadap mereka,” ungkapnya.

Tujuanya agar PON 2016 di Bandung Jawa Barat, Riau tidak perlu mendatangkan atlet dari luar, tapi cukup dengan menggunakan atlet asli Riau. Sebab di Riau sendiri banyak terdapat bibit-bibit olahraga yang potensial untuk dibina dan dikembangkan.

Untuk itu sejak awal para atlet Riau telah mendapatkan pembinaan secara intensif di beberapa lembaga pembinaan olahraga, seperti di PPLP, PPLM, dan SMA Olahraga. Selain itu masing-masing cabang olahraga untuk melakukan pembinaan.

Pemprov Riau terus melakukan pembinaan atlit untuk mencapai prestasi dan memenuhi target pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX September 2016 di Jawa Barat. Berbagai persiapan yang dilakukan atlet Riau dan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor).(Adv)