Dewan minta PDAM Diminta Buat Layanan SMS Pengaduan

Sabtu, 18 Mei 2013

BENGKALIS.PDAM Kabupaten Bengkalis diminta untuk membuat layanan sms pengaduan agar masyarakat bisa menyampaikan kritik dan saran maupun persoalan lainnya tentang PDAM. Diiharapka dengan adanya sms pengaduan ini, ke depan kinerja PDAM Kabupaten Bengkalis semakin meningkat.

“PDAM ini kan sama halnya dengan PLN, pekerjaannya terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat. Jadi harus ada nomor ponsel khusus yang bisa menerima SMS pengaduan warga, karena saya yakin sms yang masuk nantinya akan bisa menjadi bahan bagi PDAM untuk berbenah ke arah lebih baik lagi,” papar Ketua Komisi III DPRD Bengkalis, Anom Suroto, Selasa (14/5).

Sebagai contoh, sambung Anom, berdasarkan laporan warga, ada kebocoran besar pada pipa utama di persimpangan Jalan Bantan – Pramuka Bengkalis, Selasa (14/5). Kebocoran tersebut membuat air menyembur kemana-mana dan mengganggu pengguna jalan karena tepat berada di persimpangan empat lampu merah. “Informasi dari warga, kebocoran tersebut cukup lama terjadi hampir satu jam. Ini kan bukti bahwa masyarakat tidak tahu kemana mereka harus melapor. Padahal kalau segera dilaporkan, tentu PDAM langsung turun tangan,” kata Anom lagi.

Banyak manfaat adanya sms pengaduan sehingga perlu secepatnya direalisasikan. Bukan hanya sekedar mengantisipasi kebocoran pada pipa, melainkan juga persoalan-persoalan lain seperti air PDAM yang kurang jernih, air PDAM yang tiba-tiba mati dan lain-lain.

 “Intinya bagaimana warga bisa berinteraksi langsung dengan manajemen PDAM agar kinerja PDAM makin meningkat,” kata Anom.

Menyinggung tentang rencana PDAM untuk menambah pelanggan baru, Anom mengatakan rencana tersebut cukup bagus asalkan didukung dengan infrastruktur yang memadai. Saat ini, cakupan pelanggan PDAM baru di sekitar kota, belum merambah desa-desa. Apalagi di desa-desa yang berada jauh dari ibukota kabupaten, sepertinya belum bisa berharap dapat menikmati air bersih dari PDAM.

 “Seperti di tempat saya Siak Kecil itu belum, tapi mudah-mudahan bisa direalisasikan. PDAM harus mampu menunjukkan kinerja yang memuaskan karena secara bertahap sudah banyak anggaran yang dialokasikan untuk PDAM baik pembangunan sarana prasarana maupun hal-hal lainnya,” ujar Anom.(bku)