
ROHIL-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
Rohil tahun 2016 turun sebesar R812 miliar atau sekitar 30 persen, hal
berdampak luas terhadap berbagai program pemerintah daerah yang telah
dicanangkan.
Konsekuensinya, pemerintah daerah terpaksa menunda
berbagai kegiatan skala prioritas dan secara global mempengaruhi bidang ekonomi
kerakyatan seperti penyediaan jaringan listrik didaerah pelosok,"Selain
itu bantuan dibidang pertanian juga ditunda untuk sementara," ungkap Ketua
Komisi B Hendra, usai hering dengan mitra kerja dinas terkait, di kantor DPRD
Rohil,Â
Dikatakan, soal pembahasan bidang ekonomi
kerakyatan masih dalam tahap lebih lanjut, namun bisa jadi beberapa program
pembangunan tetap berjalan tergantung kebutuhan dan kepentinganya bagi
masyarakat.
“Jika memang diperlukan secepatnya akan kita
bangun dan usulkan. Komisi B akan nmengawalnya sampai selesai, akan tetapi
kalau dipandang masih bisa diarahkan dananya untuk kegiatan lain, ya akan
dipindahkan," ujar Hendra.
Menurutnya, rencana pembangunan bidang ekonomi
butuh keseriusan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah, apalagi banyak
daerah yang memiliki potensi pertanian yang menjanjikan seperti di pertanian
padi sawah di Kepenghuluan Pematang Sikek.
"Akan dilihat dulu anggaranya, kalau memang
sudah naik dan cukup, maka kegiatan skala prioritas bidang kesejahteraan
masyarakat akan dimasukan sesuai kebutuhan dan ketersediaan dana,"
terangnya.
Hendra menambahkan, lembaga legislatif secara
birokrasi terus mendukung upaya pemerintah daerah serta mendorong upaya dalam
mencari pendapatan asli daerah, seperti pembayaran pajak dan retribusi daerah,
hingga menjadi pendorong naiknya APBD.
"Ini tahun pembelajaran kepada Masyarakat
Rohil supaya kedepan llebih efektif mengarap potensi daerah dalam mencapai PAD
secara maksimal," ngkapnya.(way)