Imbas Rasionalisasi APBD Pengaruhi Seluruh Aspek Pembangunan

Rabu, 06 Juli 2016

ROHIL-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohil tahun 2016 turun sebesar R812 miliar atau sekitar 30 persen, hal berdampak luas terhadap berbagai program pemerintah daerah yang telah dicanangkan.

Konsekuensinya, pemerintah daerah terpaksa menunda berbagai kegiatan skala prioritas dan secara global mempengaruhi bidang ekonomi kerakyatan seperti penyediaan jaringan listrik didaerah pelosok,"Selain itu bantuan dibidang pertanian juga ditunda untuk sementara," ungkap Ketua Komisi B Hendra, usai hering dengan mitra kerja dinas terkait, di kantor DPRD Rohil, 

Dikatakan, soal pembahasan bidang ekonomi kerakyatan masih dalam tahap lebih lanjut, namun bisa jadi beberapa program pembangunan tetap berjalan tergantung kebutuhan dan kepentinganya bagi masyarakat.

“Jika memang diperlukan secepatnya akan kita bangun dan usulkan. Komisi B akan nmengawalnya sampai selesai, akan tetapi kalau dipandang masih bisa diarahkan dananya untuk kegiatan lain, ya akan dipindahkan," ujar Hendra.

Menurutnya, rencana pembangunan bidang ekonomi butuh keseriusan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah, apalagi banyak daerah yang memiliki potensi pertanian yang menjanjikan seperti di pertanian padi sawah di Kepenghuluan Pematang Sikek.

"Akan dilihat dulu anggaranya, kalau memang sudah naik dan cukup, maka kegiatan skala prioritas bidang kesejahteraan masyarakat akan dimasukan sesuai kebutuhan dan ketersediaan dana," terangnya.

Hendra menambahkan, lembaga legislatif secara birokrasi terus mendukung upaya pemerintah daerah serta mendorong upaya dalam mencari pendapatan asli daerah, seperti pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga menjadi pendorong naiknya APBD.

"Ini tahun pembelajaran kepada Masyarakat Rohil supaya kedepan llebih efektif mengarap potensi daerah dalam mencapai PAD secara maksimal," ngkapnya.(way)