
ROHIL-Perhatian pemerintah pusat terhadap daerah penghasil migas di
Propinsi Riau masih rendah, khususnya Kabupaten Rohil. Ironisnya, daerah
penghasil malah tidak menerima hasil migasnya sendiri secara merata.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Rohil, Abdul
Khosim, menyikapi persoaalan Dana Bagi Hasil, di Bagansiapiapi, Kemarin.
Menurutnya, pemerintah pusat kurang bijak dalam memberikan pembagian hasil
devisa dari kandungan SDA milik daerah tersebut. Â
"Daerah harus melakukan penegasan terhadap
pusat, karena sebagai masyarakat kami merasa ini tidak adil, berhubung
kontribusi kita terhadap keuangan negara sangat banyak. Tentu dengan adanya
pembagian tidak merata, membuat masyarakat miris,' ujar Akos panggilan akrabnya.
Ia menambahkan, tuntutan biaya yang cukup besar
karena alasan pembiayaan infrastruktur didaerah. Selain itu, kekayaan alam di
Rohil berupa kandungan minyak dan gas menjadi sesuatu salah satu sumber daya
alam yang paling menjanjikan dan bisa mensejahterakan masyarakat
Akos menyebutkan, selain Rokan Hilir daerah
penghasil migas lain juga merasa diperlakukan tidak adil. Dirnya menilai sangat
ironis, secara tidak langsung pengaruh penurunan DBH membuat banyak rencana
pembangunan tertunda dan sudah diprogramkan jauh sebelumnya."Akibatnya,
banyak program skala prioritas tertunda,'' imbuhnya.(way)