Pemilihan Direksi BUMD Wajib Non Intervensi

Rabu, 22 Juni 2016

ROHIL- Wakil Ketua II DPRD Rohil Abdul Khosim SE berharap Panitia Seleksi (Pansel) yang melakukan seleksi terhadap direksi BUMD Rohil, tidak menerima intervensi dari pihak mana pun ketika menentukan siapa penghuni jajaran direkai BUMD Rohil ke depannya.

Ia juga berharap tidak ada pesan sisipan dari pihak ketiga, agar tim Pansel meluluskan sebuah nama untuk dijadikan direksi. Jika langkah menggantikan jajaran direksi untuk menjadikan BUMD Rohil lebih kuat dan mempunyai daya hasil yang lebih baik, menurut Abdul Khosim langkah pemilihan murni itu lebih diutamakan.

“Dari dahulu perusahaan daerah yang beroperasi dengan dibantu suntikan dana dari APBD, tidak berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang kita harapkan, Rohil telah mengeluarkan banyak uang untuk perusahaan daerah, dengan target agar keuntungan juga bisa kembali ke daerah lagi, tapi hasil yang kita terima selama ini hanya menyisakan nol besar,” kata pria yang disapa Akos ini.

Jika praktik intervensi masih berlaku dalam penentuan pimpinan Direksi BUMD Rohil, Akos menafsirkan jika pengalaman buruk yang terjadi pada jajaran Direksi lama juga akan kembali terjadi.

Dalam catatannya BUMD Rohil membawahi perusahaan Rokan Hilir yang bergerak dalam bidang Bahan Bakar Umum, sampai hari ini belum mempublikasikan laba yang didapat setelah bagi hasil dengan daerah.

Dengan tingginya permintaan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM), seharusnya SPBU Bagansiapiapi sudah memiliki keuntungan yang tidak sedikit. Berhubung minyaknya terus habis dalam kurun waktu yang tidak lama.

“Dengan kondisi seperti ini, perbaikan mental pimpinannya yang harus kita perbaiki, masak mengelola usaha yang sudah pasti laku malah tidak untung, ingat perusahaan daerah mengemban amanat rakyat. Karena uang yang pakai untuk penanaman modal adalah uang rakyat, jadi jangan main-main,” imbuhny.(adv)