Dewan Sarankan Buka Lembaga Pelatihan di Rohil

Kamis, 23 Juni 2016

ROHIL- Kondisi perekonomian masyarakat saat ini cukup mengkhawatirkan akibat turunnya harga minyak dunia. Dampaknya, beberapa perusahaan besar migas di Rohil terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja.

Anggota Komisi A DPRD Rohil Bakhtiar, meminta pemerintah Kabupaten Rokan Hilir harus memiliki lembaga pelatihan khusus untuk melatih masyarakat Rohil yang memiliki status pendidikan minim. Sejauh ini, katanya, masyarakat Rohil yang masih menganggur angkanya cukup tinggi, akan tetapi tidak mampu melangkah ke dunia usaha.

“Di sini letak kelemahan kita, dunia usaha seakan masih jauh dari ekpekstasi masyarakat kita. Masih saja terpaku kepada dunia kerja di perusahaan atau di pemerintahan,” katanya.

Menurutnya jika Rohil memiliki balai pelatihan yang kuat dan jika bisa disebar ke setiap kecamatan, kemungkinan masyarakat Rohil yang menganggur akan lebih sedikit. Fungsi balai pelatihan yang mengajarkan masyarakat untuk lincah dalam dunia usaha, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dirinya mengusulkan generasi muda terlebih yang masih tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, tidak salah jika diajarkan keahlian dalam hal mekanik.

“Coba anak didik kita itu, diajarkan dalam mekanik. Seperti contoh dalam memperbaiki AC saja, semua kantor dan rumah pribadi pasti memiliki AC, ini kan menjadi peluang besar bagi kita,” tambahnya.

Fungsi balai pelatihan terang, Bakhtiar lagi tidak hanya menjadi agenda tahunan bagi pemerintah saja, akan tetapi juga harus dilakukan dengan serius dan mempunyai hasil akhir yang baik.(adv)