Optimalisasi SDA, Kelola Blok Rokan

Senin, 27 Juni 2016

ROHIL - Lumbung perekonomian Kabupaten Rokan Hilir, masih banyak bergantung kepada sumber minyak bumi yang dikelola oleh Chevron. Untuk itu DPRD Rohil mendukung sepenuhnya jika optimalisasi pengelolaan SDA Rohil lebih ditingkatkan, seperti pengelolaan Blok Rokan.

Dukungan ini dikarenakan Provinsi Riau menjadi penghasil minyak terbesar dan sebagian besarnya ada di Rokan Hilir. “Kita akan beri dukungan kepada Pemkab terkait dengan pengelolaan minyak di Blok Rokan, yang dikelola secara menyeluruh oleh pemerintah daerah. Berhubung potensi yang dimiliki oleh Blok Rokan sangat besar sekali,”  kata Ketua Komisi A DPRD Rohil Abu Khoiri.

Ia mengingatkan agar Pemkab Rohil harus mengambil langkah-langkah strategis, supaya Blok Rokan bisa dikelola oleh daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau dengan melibatkan investor sebagai pihak ketiga untuk mengelolanya. Menurut Abu Khoiri, sayang jika pengelolaan ladang minyak itu tetap dibagikan hasilnya kepada perusahaan asing.

Jika langkah optimilasi pengelolaan sumber daya alam ini bisa ditingkatkan, maka Rohil akan mengalami kenaikan dana perimbangan yang cukup besar. Hal ini dikarenakan beberapa kecamatan yang ada di Rohil memiliki cadangan minyak yang sangat besar.

Dengan fakta demikian, seharusnya Dana Bagi Hasil (DBH) Rohil tidak mungkin turun jika pengelolaan minyaknya dilakukan oleh tangan sendiri.

“Itulah kenyataan yang kita terima saat ini, jika DBH kita turun drastis karena pengaruh dari harga minyak dunia. Kedepannya kita tidak mau lagi pengalaman buruk tahun ini menjadi hal yang sangat mengganggu kita, untuk itu kita juga butuh dukungan juga dari pemerintah Provinsi. Jika pengelolaannya bisa kita laksanakan, bisa kita pastikan dana perimbangan Rohil akan semakin lebih besar,” tutup Abu Khoiri.(adv)