
Anggota DPRD Bengkalis, H Azmi Rozali.
SUNGAI PAKNING –  Tingkat pengangguran di Kabupaten Bengkalis berdasarkan data yang diolah Bappeda tahun 2014 sebanyak 7,30 persen. Jika data penduduk usia kerja tahun 2014 adalah 257.808 orang, maka jumlah pengangguran di seluruh Kabupaten Bengkalis mencapai angka 18.819 orang.Â
Bayangkan ketika tingkat pengangguran tahun 2015 berada di angka 10,08 persen dan tahun 2016 di angka 8,63 persen. Tentu jumlah pengangguran jauh lebih besar dan mengerikan.
Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi PKS, H. Azmi Rozali, memaparkan bahwa masalah pengangguran merupakan masalah krusial yang harus segera dicari solusinya. Semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, mau tak mau harus bersinergi mengatasi masalah ini.
Â
“Apabila masalah besar ini dianggap bukan masalah, saya kira ini awal dari malapetaka,†ujar kandidat doktor ilmu politik Universitas Nasional (Unas) ini.
Â
Berapakah jumlah pengangguran di Kabupaten Bengkalis tahun 2015 dan 2016 ? Menurut pengakuan Azmi, Bappeda Kabupaten Bengkalis tidak mencantumkan jumlah angkatan kerja tahun 2015 dan 2016, sehingga berapa jumlah pengangguran tidak dapat diketahui.
Â
“Saya sudah membaca seluruh buku Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD tahun 2017, tidak ada data tentang jumlah angkatan kerja dan pengangguran di tahun 2015 dan 2016,†ujarnya.Â
Â
Padahal angka pengangguran, kata Azmi, merupakan indikator ekonomi makro yang harus menjadi dasar program Satuan Kerja Perangkat Daerah. Semisal Dinas Koperasi UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja. “Saya heran, dinas-dinas di Kabupaten Bengkalis ini seperti kena penyakit autis; mereka punya dunia sendiri yang jauh dari masalah masyarakat,†sindirnya.
Â
Pelatihan Keterampilan
Â
Untuk mengatasi masalah pengangguran di Kabupaten Bengkalis ini, Azmi menyiasatinya dengan melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Berusaha Gedung Dhanni Hall Centre, Jl. Kelapa, Sejangat, Kecamatan Bukitbatu, Rabu (28/12/2016). Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka reses DPRD Kabupaten Bengkalis bulan Desember 2016.
Â
“Pelatihan ini akan diikuti 200 peserta yang berasal dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis, yaitu kecamatan Bukitbatu, Siakkecil, Bengkalis, Bantan, Rupat / Rupat Utara, Mandau dan Pinggir. Bahkan ada peserta yang berasal Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 3 orang, kota Dumai 2 orang, kabupaten Siak 4 orang dan Pekanbaru 2 orang.  Selama sehari penuh peserta akan dilatih bagaimana cara memulai usaha dan mempertahankannya, bagaimana mengembangkan sayap usaha sampai ke manca negara, serta bagaimana menjadi pengusaha dengan pola pikir yang benar-benar pengusaha,†ujarnya.
Â
Akan tampil sebagai pembicara Iskandarsyah Siregar, dosen Universitas Nasional, Jakarta, yang juga pengusaha. Dia adalah Direktur Komunikasi Indonesia Islamic Bussiness Forum (IIBF) wadah berhimpun pengusaha Muslim di Tanah Air. Â Sedangkan MC Satria Utama, seorang penyiar radio yang juga pelaku UMKM di Kota Pekanbaru.***