
BENGKALIS.Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis memberikan motivasi kepada kelompok masyarakat penyelamat dan pemerhati lingkungan di tiga kecamatan, Bengkalis, Bantan dan Bukitbatu dengan memberikan bantuan peralatan dan insentif. Motivasi ini bertujuan agar masyarakat tetap aktif dalam penyelamatan serta pelestarian lingkungan melalui budidaya mangrove.
Setidaknya ada lima kelompok masyarakat yang saat ini masih aktif dalam penyelamatan lingkungan. Masing-masing terdapat dua kelompok di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, yakni Kelompok Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera (PNJS) dan Kelompok Mekar Serumpun.
Kemudian di Kecamatan Bengkalis tepatnya di Desa Sei Alam terdapat dua kelompok, yakni Permata Bahari dan Lestari. Sementara itu di Kecamatan Bukitbatu terdapat Kelompok Konservasi Pantai Indah yang masyarakatnya bermukim di Desa Api-Api.
Kepala BLH Kabupaten Bengkalis Huzaini melalui Kepala Sub Bidang Pemerhati Lingkungan Norman, Jumat (17/5), mengatakan, sejumlah kelompok masyarakat tersebut dinilai masih aktif dalam pemeliharaan dan penyelamatan lingkungan hidup ditempat tinggal masing-masing.
“Dari lima kelompok, jumlah setiap kelompok 20 orang, masih dikatakan aktif. Pengukuhan yang kita dilakukan ini tidak lain dalam upaya memberikan motivasi dan semangat kepada masing-masing kelompok. Untuk penyelamatan lingkungan peran serta dari masyarakat menjadi paling utama di era sekarang ini. Siapa lagi kalau tidak masyarakat sendiri yang mencintai lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Norman.
Dikatakannya, kepedulian masyarakat dengan lingkungan salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan. Salah satu contoh adalah keberadaan Desa Sei-Alam yang menjadi pusat eskositem pariwisata mangrove. Selain itu juga, Sei-Alam masuk sebagai Desa Kampung Iklim yang baru saja diterima penghargaannya dari Pemprov Riau.
“Motivasi yang kita lakukan yakni memberikan peralatan pekerja lingkungan melalui kelompok. Diharapkan masyarakat ini nantinya menjadi masyarakat yang benar-benar mencintai lingkungan dan rasa memiliki yang tinggi. Selain peralatan, kita juga bantu polibek, serta pembibitan, selama dua bulan kita beri insentif sepanjang pelaksanaan penyelamatan lingkungan,” ujarnya.
LSM Bahtera Melayu yang menjadi narasumber atau pemateri dalam kegiatan ini mengutarakan bahwa acara yang dilaksanakan bernilai positif yang cukup besar, motivasi kepada masyarakat dipandang perlu. Materi yang diberikan bersifat prinsip, bagaimana pengelolaan lingkungan yang baik.
“Masyarakat punya peran aktif yang cukup besar. Intinya kita berkeinginan rasa memiliki masyarakat cukup tinggi, contohnya jika menanam bibit mangrove, kalau kedapatan mati bibitnya, maka masyarakat harus sikapi tampa pamrih dan terus menanam. Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup ini lebih tinggi,” ujarn Khairul Saleh.(bku)