
Mahasiswa Sakai berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis.
BENGKALIS - Menuntut kejelasan beasiswa komunitas adat terpencil (KAT) sakai, 20-an mahasiswa sakai yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sakai Riau (HPPMS-R) kembali mendatangi kantor Dinas Pendidikan kabupaten Bengkalis, Jumat (30/12/2016).
Selain meminta Disdik menyalurkan beasiswa KAT untuk 16 mahasiswa sakai
yang dinyatakan tidak lulus verifikasi, mereka juga menyoalkan dugaan
penyaluran beasiswa KAT tak tepat sasaran dan juknis penerima beasiswa.
Mereka menilai, dari 61 mahasiswa sakai yang mengajukan beasiswa, 16
mahasiswa sakai yang tidak menerima beasiswa KAT akibat juknis yang tak jelas.
"Kami menuntut 16 mahasiswa sakai yang tidak menerima pada hari
ini harus dibayar. Panitia mengapa melanggar, kenapa ada salah sasaran, jika
tak dibayar kami akan duduki kantor disdik. Kami hanya ingin hak kami bukan mau
buat rusuh," kata Andika Sakai, Humas HPPMS-R.
Sementara, Plt Kadisdik Bengkalis Edi Sakura menyebutkan disdik tidak
mungkin menyalur beasiswa kepada 16 mahasiswa yang tidak lulus verifikasi
sesuai tuntutan HPPMS-R.
"Pada intinya kita sudah sesuai presedur juknis, berdasarkan itu
tereleminasilah 16 orang," ungkapnya.
Kedepan katanya, Disdik akan memperbaiki juknis penerima beasiswa KAT dengan melibatkan Batin, DPRD, dan pengurus HPPMS-R. "Terkait adanya penyaluran tidak tepat sasaran, kita akan melakukan pengecekan kembali, " imbuh Edi Sakura.***