Akibat Pemadaman, Pelanggan PLN Mengeluh

Senin, 20 Mei 2013

BENGKALIS.Pelanggan PLN Bengkalis mengeluhkan jadwal pemadaman yang dilakukan PLN Bengkalis. Jadwal pemadaman terkesan semaunya saja, dalam satu hari bisa sampai beberapa kali.

Jika sebelumnya PLN mengatakan jadwal pemadaman 12:1, Artinya 12 hari hidup, satu kali mati. Tapi sepertinya jadwal tersebut tidak berlaku lagi karena menjelang 12 hari, PLN telah berkali-kali melakukan pemadaman kendati tidak lama.

Seperti disampaikan Asmah warga jalan Antara Bengkalis, Senin (20/5). Dalam seminggu terakhir ini PLN sudah berkali-kali melakukan pemadaman. Padaman tersebut tidak terjadwal, sehingga menyulitkan dirinya ketika akan mengerjakan sesuatu di rumahnya.

“Kalau kemarin kita kesal karena jadwal pemadaman pas ketika orang sedang shalat Maghrib, tapi sekarang tak hanya itu. Jadwal pemadaan itu yang berantakan, sekejap pagi kadang siang juga sore hari,” keluh Asmah.

Dirinya juga tidk tahu penyebab terjadinya pemadaman yang tak terjadwal tersebut. Apakah karena terjadi kerusakan mesin, ada gangguan mendadak atau lainnya. “Kita maklum ketika hujan kebat ada angin atau petir kuat lalu PLN mematikan listriknya. Tapi saat terang benderang dan rasanya tidak ada gangguan alam mengapa juga harus kembali mati,” heran Asmah.

Sejatinya kata Asmah, PLN menyapaikan jadwal pemadaman secara transparan ke tengah-tengah masyarakat, sehingga ada antisipasi yang bisa dilakukan, terlebih ketika masyarakat akan melakukan kegiatan.

Kekesalan juga disamaikan Radha, warga Kampung Tengah Bengkalis ini heran atas ulah PLN yang sering mematikan listrik sejak sebulan terakhir. Seperti hari Senin (20/5), PLN dua kali mematikan lampu, pagi dan siang hari.

 “Tak ada pemberitahuan dari PLN, terus terang PLN sudah membuat kesal pelanggan. Satu hari bisa berkali-kali dilakukan pemadaman, banyak pekerjaan yang terbengkalai karena lamp mati,” geram Radha.

Herannya, PLN selalu menyampaikan akan melakukan tindakan pemutusan bagi pelanggan yang menuggak. Sejatinya sikap tegas itu diiringi dengan pelayanan yang maksimal. “Lambat bayar diputus, kalau mati seperti ini ada saja alasan PLN,” kesal Radha.(bku)