IKAN TUAKANG, ASA DIKANAL PT SPM SINAR MAS FORESTRY BUFFERZONE CAGAR BIOSFER

Kamis, 13 April 2017

Kepala Distrik Humus PT SPM, Joko Irwandono Didampingi Nelayan Ikan Tuakang Mulyadi ketika menchek hasil produk Ikan asin Tuakang di Kanal Komsesi Perusahaan.

Bukit batu (Bengkalis.13/04/2017) Pemanfatan Hasil Hutan Bukan Kayu (PHHBK) pada kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) PT Sakato Pratama Makmur (SPM) yang merupakan salah satu mitra pemasok bahan baku kayu untuk industry pulp dan kertas dari Group Perusahaan Sinar Mas Forestry (APP= Asia Pulp & Paper) sebagai penghasil ikan oleh masyarakat di sekitar areal konsesi perusahaan, benar-benar dimanfaatkan dan menjanjikan. Salah satunya ada Kelompok  Nelayan Mulyadi, yang memanfatkan kanal milik perusahaan PT SPM saat ditemui wartawan, menurut Mulyadi, profesi yang ditekuninya ini sudah berjalan sekitar 3 tahun, sebelumnya ia pernah juga melakukan hal yang sama di lokasi perusahaan lain, akan tetapi usahanya tidak berjalan lancar karena banyak ganguan dari masyarakat, diantaranya ikan yang diambil oleh masyarakat lain sampai alat tangkapan kami dirusak dan hilang.

Nelayan Ikan Tuakang, Mulyadi bersama anggotanya ketika panen ikan Tuakang di Kanal PT SPM Buffer Zone Cagar Biosfer 

 

“Dahulu sebelum bekerjasama dengan Perusahaan SPM, ikan di lukah kami banyak yang diambil sebelum kami panen,  akan tetapi sejak kami bekerja sama dengan PT. SPM, usaha tangkap ikan ini bisa berjalan dengan lancar untuk menghidupi keluarganya, karena selain kami diberikan kepercayaan menangkap ikan, keamanan lukah kami juga terjamin karena berada dalam konsesi perusahaan.”

Nelayan Ikan Tuakang, Mulyadi bersama anggotanya ketika panen ikan Tuakang di Kanal PT SPM


Mulyadi juga menambahkan. Ikan yang banyak di kanal perusahaan ini yaitu jenis ikan tuakang, yang hidup bergerombol. "Ikan jenis tuakang ini biasanya tidak bisa dipancing dan hidupnya bergerombolan, dengan alat tangkap jenis lukah ini baru bisa ditangkap dan jenis ikan ini banyak hidup dikanal-kanal PT SPM karena kanal perusahaan ini tidak tercemar, buktinya ikan banyak hidup dikanal-kanal perusahaan SPM, ikan ini hanya memakan lumut-lumut yang berada dikanal, dan pada musim hujan biasanya ikan tuakang ini akan banyak keluar," jelasnya lagi.

Menurut Mulyadi, biasanya untuk musim penghujan kata Mulyadi ia bisa menghasilkan tangkapan ikan sekitar 500 kg per harinya dari 45-50 lukah yang dipasangnya di kanal sekitar dia berusaha, untuk pemasaran sudah ada pembeli yang menampung hasil olahan ikan asinnya dan ada juga dijual di pasar tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Bukit Batu dan Kota Dumai,
. Dalam menjalankan usahanya Mulyadi hidup Mandah (berpindah-pindah), biasanya lamanya hitungan 10 hari meninggalkan keluarganya, selama meningkalkan keluarganya ia tinggal di Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT SPM, yang dizinkan perusahaan mendirikan “bedeng” (pondok kecil) sederhana berdindingkan plastik tenda bekas, serta bekal hidup beras dan lainnya dibawa dari rumah.

Proses pencucian dan pembuangan sisik ikan Tuakang oleh Nelayan Ikan di Kawasan Kanal PT SPM 

"Saya bersama keluarga mandah selama 10 hari untuk menangkap ikan ini, setiap 10 hari saya kembali ke rumah kami, ada yang berada di Bukit batu, ada yang berada di dumai dan daerah Duri sekitarnya, dan sekaligus membawa hasil tangkapan ikan yang telah diolah. Setelah 2 sampai 3 hari kami dirumah, kami kembali lagi ke kanal SPM ini, begitulah kegiatan yang kami lakukan,  Hasilnya lumayanlah untuk menghidupi keluarga untuk harga jual ikan asin ini berfariasi, harga ikan Tuakang yang telah diolah menjadi ikan asin dibagi 3 kategori. Ikan ukuran kecil harganya Rp.20.000/K, ukuran sedang Rp25.000/Kg dan besar Rp35.000/Kg, sehingga saya bisa meraup penghasilan Rp 10 juta perbulan," katanya lagi.

Atas nama kelompoknya, Musmulyadi menyampaikan terima kasih kepada PT SPM (Sinar Mas Forestry Group) yang telah membina mereka. Di samping itu, mereka juga merasa aman selama menangkap ikan di areal kanal karena tidak ada lukah kami yang hilang.

 

“Kami atas nama kelompok nelayan sangat berterimakasih kepada perusahaan SPM, karena telah memberikan izin sekaligus telah membina kami, selain dengan memberikan izin, keamanan alat lukah untuk menangkap ikan serta tempat pengasinan dan penjemuran, juga bedeng (pondok) kami aman tidak ada yang hilang, setiap hari hampir 24 jam petugas keamanan perusahaan baik dari tim RPK (Regu Pemadam Kebakaran) maupun karyawan PT SPM patrol dikawasan mereka, kami juga diberdayakan perusahaan sebagai informan perusahaan jika ketika kami berusaha  menangkap ikan kami temui titik-titik api atau ada kebakaran, segera kami informasikan kepada perusahaan.”

 

Nelayan Ikan Tuakang melakukan proses pembersihan dan pengasinan dengan garam di areal Konsesi PT SPM Sinar Mas Forestry 

Sementara itu pimpinan PT SPM distrik Humus Bukit Batu Joko Irwandono didampingi Public Relations/Juru Bicara Sinar mas Forestry In. Nurul Huda, MH, M. Ikom.kepada media menjelaskan.program pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (PHHBK) PT SPM sebagai salah satu mitra pemasok bahan baku kayu kepada group Perusahaaan Sinar Mas  Forestry (APP Group) untuk industry pulp & paper. 

“Ini merupakan kegiatan produktif masyarakat dan perusahaan, dan perusahaan siap membantu masyarakat dengan melakukan pemanfaatan kanal sebagai tempat untuk menangkap ikan. Selain itu potensi penghasilan juga sangat besar dari hasil tangkapan tersebut. Untuk lokasi penangkapan, perusahaan memberitahu kepada nelayan yang kita bina pada diareal tanaman yang berusia dari 1-2 tahun keatas dan lima tahun kebawah, karena usia tanam 0-1 samapi 2 tahun perusahaan sedang mulai menananam dan yang sibuk-sibuknya melakukan aktifitas, sementara pada masa tanam usia 5 tahun perusahaan kan mulai sibuk panen yang bisa menggangu produksi dijalur kanal.


"Saat ini ada sekitar 48 orang nelayan yang kita bina, selain program kemitraan terhadap nelayan yang sudah dibina, mereka juga bisa membantu pihak perusahaan dalam melakukan pemantauan terhadap titik api (fire spot) yang ada di lokasi, apa bila menemukan titik api bisa langsung menginformasikan kepada pihak perusahaan," kata Joko didampingi Public Relations SMF,Nurul Huda.

Kepala Distrik Humus PT SPM Sinar Mas Forestry, Joko Irwandono didampingi Nelayan Ikan Tuakang Mulyadi ketika menchek hasil produk Ikan Tuakang yang telah di asinkan dan dikeringkan di kanal areal konsesi Perusahaan SPM