
Ketua PAC Gerindra Kecamatan Bengkalis, Rindra Wardana atau lebih dikenal masyarakat Bengkalis Ian Kancil membagikan kue kotak.
BENGKALIS-Menyemarakkan puncak Imlek atau dikenal hari raya keenam, PAC Gerindra Kecamatan Bengkalis membagikan 1.000 kue kotak untuk peserta dan masyarakat yang ikut yang menyaksikan ritual semah keliling Kota Bengkalis, Rabu (21/2/2018).
Kegiatan dipimpin langsung Ketua PAC Gerindra Kecamatan Bengkalis, Rindra Wardana atau yang lebih dikenal di kalangan masyarakat Bengkalis dengan panggilan Ian Kancil. Pembagian kue kota dipusatkan di persimpangan Jalan Pattimura dan Jendral Sudirman, Bengkalis.
Rindra Wardana alias Ian Kancil kepada wartawan mengaatakan, bahwa kegiatan bakti sosial ini dalam rangka ikut memeriahkan dan berempati dengan warga etnis Tionghoa, khususnya di Kabupaten Bengkalis yang sedang merayakan Imlek.
“Kami dari keluarga besar Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis mengucapkan selamat hari raya Imlek. Mari kita jaga persaudaraan dan kerukunan beragama yang telah sangat baik selama ini. Jangan murah terpancing dan terpecah belah oleh isu-isu dan adu domba pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,†harap Ian Kancil.    Â
Arak-arakan puncak Imlek di Bengkalis berlangsung semarak. Ribuan warga Tionghoa mengikuti ritual semah dengan berkeliling kota sejak pukul 10.00 WIB. Ritual semah yang digelar berlangsung meriah dengan iringan petasan yang siapkan warga Tionghoa di depan rumah dan ruko di sepanjang jalan yang dilewati rombongan arak-arakan.
Ritual semah menampilkan beragam atribut khas warga Thionghoa. Mulai dari orang
yang berpakaian seperti para dewa, bendera, barongsai hingga musik khas yang
mengiringi arak-arakan.
Tidak hanya warga Tionghoa, masyarakat Bengkalis juga tumpah ruan turun ke
jalan menyaksikan pesta perayaan hari raya ke-6 Imlek. Mulai dari anak, hingga
orang dewasa ikut menyaksikan arak-arakan dari tepi jalan sehingga membuat kota
macet.
''Mudah- mudahan tahun ini dewa memberikan keberuntungan,'' kata Chie, warga
Tionghoa Bengkalis.
Herman Kusuma, Humas Yayasan Vihara Hong Ann Kiong mengatakan, tadi malam tepat
pada pukul 24.00 WIB, merupakan puncak Imlek, resminya Dewa Choan Cie Cou Sie
menjadi Budha.
''Kalau pukul 24.00 WIB malam tadi, artinya sudah masuk hari kebesaran Dewa
Choan Cie Cou Sie resmi diangkat menjadi Budha yang umurnya kira- kira sudah
900 tahun,'' kata Herman.
"Hari ini sekitar pukul 10.00 WIB tadi, pesuruh Budha yakni dewa- dewa
yang mewakili Budha, dia akan masuk dan menjadi ketua dan inilah kita melakukan
ritual semah keliling kota,'' katanya lagi.
Disampaikan Herman, Imlek tahun ini merupakan tahun Anjing. Di tahun Anjing ini memiliki makna harus bekerja keras dan berpacu. Karena di tahun ini kondisi masih berat.
"Makna tahun anjing masih mirip seperti tahun ayam kemarin, dimana memang kita harus terus bekerja keras dan berpacu," tandasnya.***