Wujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, Ini yang Dilakukan DLH Bengkalis

Selasa, 24 April 2018

Sosialisasi peningkatan pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan program Adiwiyata tahun 2018 di Aula Kantor DLH Bengkalis, Selasa (24/4/2018).

BENGKALIS- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Bengkalis menggelar sosialisasi peningkatan pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan program Adiwiyata tahun 2018 di aula Kantor DLH Jalan Pertanian Bengkalis, Selasa (24/4/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis,  H Arman AA, SE dalam sambutannya mengatakan,  Kementrian Lingkungan Hidup telah meluncurkan Program Adiwiyata sejak tahun 2006. Tujuannya adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

“ Dalam pelaksanaanya meliputi pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan baik tingkat kabupaten/kota , provinsi, nasional dan mandiri,” katanya.

Dipaparkan Arman, setelah dilakukan pembinaan secara berjenjang mulai dari tim pembina Adiwiyata nasinal, provinsi dan kabupaten kota sampai sekolah–sekolah peserta Adiwiyata, ditindaklanjuti dengan evalausi  atau penilaian untuk mengetahui capaian kinerja sekolah dalam pelaksanaan kegiatan Adiwiyata.

“ Upaya yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup melalui program Adiwiyata perlu mendapat dukungan dan partisipasi semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan,” ujar Arman.

Masih kata Araman, panduan adiwiyata dapat dijadikan acuan bagi pemangku pendidikan di pusat dan daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.

“Adiwiyata melupti empat komponen, kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkunganberbasis pertisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan,” jelas Arman.

Ditambahkan, program Adiwiyata dapat memberikan berberapa keuntungan diantarnya mendukung pencapaian standar kompetensi dasar dan standar kompentensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.

Selanjutnya meningkatkan efisiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi  serta menciptkan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih yaman dan kondusif.

“Menjadikan tempat pembelajaran nilai –nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masayarakat sekitar,’’ tutupnya.***