
Anggota Komisi XI DPR-RI, Jon Erizal tidak bersama kepala desa.
BENGKALIS–Anggota
Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Jon Erizal tidak
ingin kepala desa di Kabupaten Bengkalis gara-gara salah pengolaan dana desa
masuk penjara.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Workshop Evaluasi Implementasi
Sistem Tatakelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes  di Balai Kerapatan Sri Mahkota Bengkalis, Selasa
(8/5/2018).
Ada yang istimewa dalam workshop tersebut, selain dihadiri anggota DPR RI Jon
Erizal, turut dihadiri langsung Ardan Adiperdana. Karena menurut Jon Erizal,
baru pertama di Indonesia, kegiatan di kabupaten langsung dihadiri orang nomor
satu di BPKP RI.
“Ini sebuah penghargaan bagi kita semua. Sekaligus cambuk seluruh aparatur di
Kabupaten Bengkalis, khususnya kepala desa untuk lebih hati-hati dalam
mengelola kekuangan desa,†ungkapnya.
Jon mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kegalauan yang dihadapi kepala
desa saat ini, salah satunya tatakelola keuangan desa yang baik dan benar.
"Untuk menjawab kekahwatiran tersebut, kami bertanya langsung dengan
Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembungan Republik Indonesia (BPKP-RI)
bagaimana cara mengotrol dengan banyaknya jumlah desa. Apa sistemnya supaya
pengelolaan dana desa bisa dilaksananakan dengan baik dan benar,†ujar Jon.
Sambung Jon, ketika itu pihak BPKP RI langsung mencari solusi bagaimana
cara supaya pengelolaan keuangan dana desa dapat dikontrol dengan sepenuhnya.
Setelah lahirlah satu aplikasi sederhana yang mudah dipahami semua kepala desa
yaitu Sistem Keuangan Desa (Siskuedes) yang digunakan setiap desa saat ini.
“Kita tidak ingin Kepala Desa keliru dalam pengelolaan dana desa, sehingga
dampaknya merugi masyarakat dan Negara, kita ingin Kepala Desa cerdas dalam
mengelola dana desa, mengingat ini merupakan salah satu keinginan Presiden
Rebublik Indonesia Jokowi Dodo, yaitu pembangunan harus dimulai dari pinggiran
atau pelasok,†ujar anak asli Parit Bangkung Bengkalis.
Ia juga menyingung salah satu pribahasa orang orang cina, kalau makan bubur
enaknya dimulai dari pinggiran.
“Kami berharap dengan adanya Siskuedes ini dapat membantu Kepala Desa dalam
mengelola keuangan dana desa, sebagai anak pinggiran asli anak Desa Parit
Bangkung Kecamatan Bengkalis kami sangat berkeingan supaya semua desa yang di
Kabupaten Bengkalis dapat berjalan dengan baik,†kata Jon.
Hadir pada workshop tersebut, Kepala BPKP RI Ardan Adiperdana, Kepala Perwakilan
BPK Provinsi Riau Harry Purwaka, Kepala BPKP Perwakilan Riau Dikdik Sadikin,
Sekretaris Daerah Bustami HY pada kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten
Bengkalis. ***