
Sebanyak 132 orang pengurus dan anggota Bhayangkari Polres Bengkalis mengikuti test kanker leher rahim dan kanker payudara, Kamis (2/8/2018).
BENGKALIS
- Dinas Kesehatan Bengkalis
bekerja sama RSUD Bengkalis dan Polres Bengkalis melakukan IVA Test terhadap
132 orang pengurus dan anggota Bhayangkari Polres Bengkalis. Kegiatan yang
digelar di Aula Polres Bengkalis ini bertujuan untuk melakukan upaya deteksi
dini terhadap kanker leher rahim (cerviks) dan kanker payudara.
Dalam pemeriksaan
dikalangan ibu-ibu Bhayangkari di jajaran Polres Bengkalis ini dilakukan oleh
dokter spesialis Obstetry dan Gynekology didampingi tenaga paramedis dari
Puskesmas Bengkalis. Dari ibu-ibu yang diperiksa tidak ditemukan ada yang
positif kanker. Hanya ada 5 orang dengan kelainan gynekologi dan disarankan
melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
“Kita
mengapresiasi kesadaran ibu-ibu dari Bhayangkari ini karena dengan jumlah 123
orang ini membuktikan antusiasme ibu-ibu untuk melakukan upaya deteksi dini
terhadap penyakit berbahaya ini,†sambung Plt. Kepala Dinas Kesehatan
Bengkalis, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar.
Diungkapkan
Alwizar, upaya deteksi dini ini secara rutin dilakukan di Puskesmas yang ada di
Kabupaten Bengkalis dan menjadi bagian dari pelayanan pada setiap hari kerja.
Hal ini adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah dalam rangka menyehatkan
masyarakatnya.
“Jika nanti dalam
pemeriksaan IVA Test dan Sadanis Test diketahui ada kelainan gynekologi atau
pun pra lesi kanker, maka dilanjutkan pemeriksaan intensif dan jika masih pada
stadium awal maka dapat segera dilakukan terapi dingin (cryotherapi),†ungkap
Alwizar.
Pada pemeriksaan
tersebut, seorang ibu Bhayangkari membawa satu orang warga yang merupakan
tetangganya, sehingga jumlahnya menjadi 123 orang. Hal ini akan membantu Dinas
Kesehatan Kabupaten Bengkalis untuk mencapai target.
Menurut Alwizar,
pada Tahun 2018 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis menargetkan pemeriksaan
ibu-ibu yang berumur 35 tahun sampai dengan 50 tahun sebanyak 7.677 orang
diseluruh Kabupaten Bengkalis. Sampai dengan Bulan Juli ini baru berhasil
diperiksa sebanyak 4.333 orang.
Oleh sebab itu,
sambung Alwizar “Kita menghimbau kepada ibu-ibu yang telah berkeluarga yang
berumur 35 tahun sampai dengan 50 tahun untuk melakukan Pemeriksaan Leher
Rahim  di puskesmas-puskesms terdekat pada hari kerja dalam waktu
minimal satu kali dalam setiap 3 tahun.
Alwizar juga
menyampaikan bahwa alat cryotherapi yang dibeli secara e-catalog bersumber
biaya dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2018 ini sebanyak 4 unit
sudah datang, ditambah lagi dengan bantuan dari APBN sebanyak 2 unit. Jadi
total sudah ada 6 unit alat cryotherapy yan akan kita sebar di Puskesmas.
“Kita akan melatih
dulu tenaga medis dan paramedis puskesmas tentang cara penggunaan alat
tersebut, setelah itu baru kita distribusikan alatnya untuk langsung
digunakan,†tutup Alwizar.***