
Salah satu penampilan senin saat pagelaran Kenduri Melayu 2018 di Pantai Desa Tenggayun
Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana dibuka Bupati Bengkalis melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bengkalis, H Heri Indra Putra.
Berbagai
kegiatan turut memeriahkan acara yang digelar, mulai dari grup Qasidah Baitul
Kuroq Almawaddah, tabuhan kompang, tari persembahan, tarian perkusi SDN 1
Bengkalis binaan Sanggar Maha Dewi Puspa, tari kreasi dari Siswa MAN 1 Bandar
Laksamana dan tarian zapin dari Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksmana.
Kemudian penampilan Silat juga ikut andil memeriahkan Kenduri Melayu
tahun 2018.
Tidak
hanya itu, selain untuk menyaksikan Kenduri Melayu, Kehadiran masyarakat di
Desa Tenggayun, juga untuk menikmati pesona wisata pantai baru. Ada diantara
mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menelusuri pasir indah pantai
Tenggayun.
Sebagai informasi pada Minggu (2/12) malam telah dilaksanakan lomba Rabana
tingkat Desa Se Kecamatan Bandar Laksmana. Dengan mengikut sertakan perwakilan
satu grup untuk satu Desa.
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bengkalis, H Heri Indra Putra saat
membacakan sambutan tertulis Bupati ketika membuka kegiatan Kenduri Melayu 2018
mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi riau 2020 yang hendak dicapai,
yaitu menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan dan perekonomian, sebagaimana
yang pernah disampaikan oleh Gubernur Riau dalam semboyannya “Riau The
Home Land Of Melayuâ€, artinya Riau merupakan tanah tumpah darah melayu,
takkan melayu hilang di bumi.
Kenduri Melayu juga sebagai  spirit terbaik bagi pelestarian dan
pengembangan budaya, serta pembangunan kepariwisataan di Negeri
Junjungan. Tidak terkecuali pengembangannya kepada generasi muda.
“Karena
generasi muda di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis ini harus memiliki rasa
bangga dan cinta kepada budaya, khususnya budaya melayu, sehingga menjadikan
Kabupaten Bengkalis  negeri yang ideal yaitu negeri yang kuat dari sisi
sistem pemerintahan dan kesejahteraan, serta kuat pula dari sisi kesantunan,
akhlak dan martabat serta adat dan budaya melayunya yang membumi dan terus
terlestarikan,â€ungkap H Heri.
Sementara Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, H Anharizal dalam
sambutannya mengatakan Kenduri Melayu ini dilaksanakan untuk memelihara dan
menumbuhkembangkan budaya dari perkembangan arus globalisasi zaman saat ini.
Selain itu, sebagai ajang promosi akan keanekaragaman budaya yang ada di
Kabupaten Bengkalis.***