
BENGKALIS.Masyarakat Kabupaten Bengkalis diimbau selektif memilih makanan serta berbagai jenis jajanan yang dijual bebas di Bengkalis. Kuat dugaan, dari berbagai jenis makanan yang dijual ada yang mengandung zat berbahaya dan ada pula yang diragukan kehalalannya.
Imbauan itu disampaikan Sekretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Kabupaten Bengkalis, Khairul Saleh, Senin (27/5). Menurut pria yang akrab disapa Atah ini, pihaknya menerima banyak masukan, soal dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum pengusaha, terkait zat berbahaya yang dicampurkan dalam produk yang dijual.
“Ada beberapa jenis makanan yang dijual bebas di tengah masyarakat, dugaan sementara adanya campuran zat atau bahan yang tidak dianjurkan dalam produk makanan. Kita belum bisa sampaikan, karena sebatas dugaan dan belum ada hasil uji labor,” papar Atah.
Pria yang akif di LSM lingkungan hidup ini menambahkan, kendati baru sebatas dugaan, sudah ada rencana untuk menggandeng BPPOM guna menguji apakah makanan tersebut sehat untuk dikonsumsi atau tidak.
“Memang selama ini belum ada temuan atau dampak langsung dari makanan tersebut, tapi tidak berarati tidak ada dampaknya. Kemarin katanya BPPOM Pekanbaru sudah mengujinya, tapi kita belum tahu apa hasilnya. Mudah-mudahan BPPOM bisa mengekpose sehingga semuanya menjadi jelas,” kata Atah lagi.
Tidak hanya soal zat berbahaya dalam makanan, LPKSM kata Atah juga menerima laporan soal dugaan makanan yang bercampur dengan zat yang diragukan kehalalannya. Kendati tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsinya, tapi hal tersebut tidak dibenarkan dan merugikan bagi masyarakat Muslim.
“Kita juga akan menggandeng BPPOM untuk melakukan uji labor untuk produk makanan ini. Menempelkan level halal pada sebuah produk memang bukan sebuah kewajiban, tapi kalau produk makanan tersebut bercampur dengan zat yang tidak halal (bagi umat Muslim,red), lalu dijual bebas di tengah masyarakat muslim, itu juga tindakan yang salah,” tambah Atah.
Peraih Kalpataru bidang lingkungan bersama sejumlah pengurus LSM lainnya di Bengkalis ini mengakui keawaman sebagian masyarakat dalam memilih dan mengkonsumsi makanan serta jajanan yang terjual bebas. Untuk itu dirinya menghimbau agar masyarakat selektif memilih dan tidak sembarangan membeli makanan, terutama tanpa level halal.
“Tak mudah menentukan jenis makanan yang baik dan halal, BPPOM saja membutuhkan laboruntuk mengujinya. Cara mudahnya adalah, lihat dikemasan atau di tempat produksinya, apakah tertera level halal atau tidak. Kalau tidak sebaiknya tinggalkan saja,” pesan Atah seraya berharap agar Dinas Kesehatan Bengkalis menindaklanjuti hal ini.(bku)