
BENGKALIS-Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis memastikan tidak ada terjadi kelangkaan terhadap gas elpiji 3 kilogram di Bengkalis. Sampai saat ini jumlah gas elpiji 3 kilogram yang masuk di Bengkalis masih sesuai kuota yang ditetapkan Pertamina.Â
Penegasan itu disampaikan Kepala Disdagperin Bengkalis, Indra Gunawan, Rabu
(5/2/2020). Hanya saja penggunaan gas elpiji bersubsidi ini digunakan oleh orang
orang yang mampu dan adanya kekawatiran akan terjadi kelangkaan sehingga yang
punya tabung lebih dari satu memborong gas elpiji begitu tiba dipangkalan.
"Kalau kelangkaan sampai saat ini tidak ada, hanya saja gas bersubsidi
banyak digunakan oleh masyarakat yang ekonominya lebih baik juga menggunakan
ini. Logikanya barang ini lebih murah setengah dari harga gas dengan tabung
lain sehingga banyak yang menggunakan," ungkap Indra Gunawan.Â
Menurut dia, dengan banyaknya pengguna gas tiga kilogram ini, masyarakat ada
ketakutan tidak mendapatkan gas. Sehingga mereka membeli hingga dua sampai tiga
tabung untuk stok di rumah.
"Kejadian seperti ini yang menimbulkan semacam kebutuhan tinggi, sehingga
menimbulkan kesan terjadi kelangkaan. Seperti kemarin banyak yang mengantri di
salah satu pangkalan, lihatlah dua tiga hari lagi pasti menurun permintaan
karena masyarakat sudah ada stok di rumah masing masing," terang Indra.
Menurut dia, pihak Disdagperin Bengkalis saat ini sedang melakukan pendataan
pengguna elpiji tiga kilogram warga yang memang penerima gas elpiji subsidi
ini. Nantinya setelah pendataan akan dibuatkan sistem kartu untuk mereka yang
akan menerima gas elpiji bersubsidi ini.
"Dengan pendataan yang dilakukan nanti akan diketahui kebutuhan gas warga
penerima subsidi gas ini. Rata rata penggunaan gas tiga kilogram sekitar tiga
tabung perbulan, mereka akan diberikan kartu ini, nanti akan bisa membeli tiga
tabung perbulannya di pangkalan," ujar Indra.
Dengan cara ini nantinya bisa membatasi penggunaan gas tiga kilogram di
masyarakat. Sehingga pemberian gas subsidi bisa tepat sasaran.***