
BENGKALIS.Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah Ibtida'ul Ulum Dusun Papal Desa Bantan Air mengunjungi museum sejarah Sultan Syarif Kasim di Parit Bangkong Bengkalis, Kamis (30/5). Kedatangan puluhan siswa madrasah tersebut disambut Kasi Museum Sejarah dan Purbakala, Sukardi MH.
Sebelum bekunjung ke Museum SSK, puluhan siswa madrasah yang didampingi para guru tersebut berkunjung ke taman makam pahlawan Kusuma Kesatria Bengkalis. “Jelang acara perpisahan siswa kelas 6, anak-anak kami bawa untuk melihat tempat-tempat sejarah. Sebelum ke sini, tadi kita sudah berkunjung ke taman makam pahlawan,” ujar Sururia, salah seorang guru.
Ditambahkan Sururia, pihak sekolah sengaja membawa para siswanya untuk lebih mengenal sejarah Bengkalis dan para pahalawannya. “Tadi anak-anak melihat satu persatu dan membaca nama-nama yang tertulis di batu nisan. Siapa aja yang dimakamkan ditaman makam pahawan. Setelah itu baru kita ajak ke Museum. Tujuannya tak lain, agar mereka lebih dekat dengan sejarah Bengkalis, mengenal para pahlawannya dan cinta tanah air,” tambahnya.
Kasi Museun Sejarah dan Purbakala, Sukardi, yang menyambut kedatangan puluhan siswa madrasah dan guru tersebut mengatakan, sejak 2 Februari lalu museum SSK dibuka untuk umum.
“Siapa saja silakan berkunjung ke Museum, kita akan tetap buka pada jam kerja,” kata Sukardi.
Kepada para guru dan siswa, Kardi menjelaskan tentang beberapa hal menyangkut gambar dan benda-benda sejarah yang disimpan museum. Seperti dua buah meriam, kursi berwarna emas dan berbagai peniggalan sejarah lainnya.
Menurut Kardi, Museum SSK kendati kecil dan berada di sudut kota, namun keberadaannya diakui dan terdaftar diantara ratusan museum sejara yang ada di Indonesia. “Kita masih terus berbenah untuk perbaikan dan kelengkapan museum ini. Mudah-mudahan ke depan akan lebih ramai lagi yang berkunjung ke sini,” harap Kardi.
Travo Rusak, Listrik di Jalan Bantan Mati Semalaman
BENGKALIS-Pemadaman listrik semakin hari semakin parah akibat defisit daya yang dialami PLN Bengkalis sebesar 700 KW. Hampir setiap hari warga mengalami pemadaman dengan dan frekuensi lebih dari satu kali dan durasi cukup lama. Seperti yang terjadi di jalan Bantan, masyarakat harus rela gelap gulita sejak Rabu (29/5) mulai pukul 17.00 WIB hingga Kamis pukul 16.00. WIB belum juga hidup.