Disdik akan Bentuk Tim Evaluasi Hasil UN SMA dan SMP Yang Jeblok

Selasa, 04 Juni 2013

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, H Herman Sani memberikan keterangan Pers Didampingi Kab

BENGKALIS.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, H Herman Sani bisa memberikan jawaban pasti penyebab jebloknya hasil Ujian Nasional baik untuk tingkat SMA maupun SMP tahun ini. Perlu kajian mendalam dan evaluasi menyeluruh dengan membentuk guna mencari tahu apa penyebab pastinya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Herman Sani saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Kantor Bupati, Senin (3/6). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kabid Dikmen Kamarudin, Kabid Dikdas Supardi, Kabag Humas Andris Wasono dan Kepala Kemenag H Jumari.

“Kalau ditanya apa penyebabnya, mengapa hasilnya bisa seperti ini, terus terang saya belum bisa menjawabnya saat ini. Butuh kajian mendalam dan evaluasi total. Kita akan bentuk tim dan lakukan beberapa tahapan evaluasi,” kata Herman Sani.

Hanya saja kata Herman Sani, kalau dikaitkan dengan dana kesejahteraan para guru, sepertinya sudah tidak ada alasan lagi. Wajar kalau semua mata dan keritik tertuju ke Bengkalis, karena porsi anggaran pendidikan di APBD cukup besar, malam terbesar se-Riau. Tapi mengapa seperti ini hasilnya, itu yang akan dicari jawabannya dengan membentuk tim.

Hanya memang, ujar  Herman Sani, menyentil dari apa yang disampaikan Prof Dr Firdaus, guru besar UR, pohon yang terlalu banyak diberikan pupuk, biasanya juga tidak akan bagus.

“Saya tidak katakan persoalan ini terletak pada gurunya, karena banyak elemen yang berkait dalam dunia pendidikan. Mulai dari guru, sarana sekolah, kepala sekolah, menajemen hingga ke peran serta orang tua dan masyarakat,” ujarnya.

Melihat dari hasil UN SMP di beberapa sekolah, diakui Herman Sani ada perubahan yang cukup signifikan jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Seperti SMP 2 Bengkalis, tahun lalu lulus 100 persen, tahun ini menjadi penyumbang terbanyak siswa yang tidak lulus, yakni 34 siswa.

“Ada sekolah di Mandau yang selama ini terkenal dengan prestasi dan tingkat kelulusannya, tapi tahun ini 14 siswanya tak lulus. Ada apa sebenarnya, jawaban ini yang akan kami cari,” imbuh Herman Sani.

Untuk tingkat SMA, persentase kelulusan menurunnya sangat sedikit jika dibanding tahun lalu, hanya memang beberapa kabupaten/kota lain kenaikannya melejit. Sehingga persentase kelulusan SMA Kabupaten Bengkalis berada di urutan 10 dari urutan 4 tahun lalu. Sedangkan untuk tingkat SMP, terjadi penurunan 2 persen, jika dibanding tahun lalu. Tahun lalu tingkat SMP berada di ranking 7, tahun ini turun menjadi rangking 10.(bk.u)