PLN Jual Beli Daya dengan PT MAS

Selasa, 04 Juni 2013

BENGKALIS.PLN Ranting Bengkalis menyatakan bahwa MoU jual beli daya listrik dengan PT Meskom Agro Sarimas (PT MAS) merupakan program jangka menengah. Program tersebut belum bisa dijadikan solusi untuk mengatasi krisis listrik yang tejadi pada saat ini.

“Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui sebelum kerja sama jual beli daya ini terealisasi,” ujar Manajer PLN Ranting Bengkalis, Andi Prasetiawan kepada wartawan, Senin (3/6).

MoU dengan PT MAS beberapa waktu lalu perlu ditindaklanjuti lagi dengan kontrak kerja sama. Kemudian akan ada pembangunan jaringan listrik sepanjang 7 KM ke arah PT MAS. “Untuk kontrak kerja sama ini dalam waktu dekat sudah akan terealisasi. Sementara untuk pembangunan jaringan listrik, langsung akan ditangani oleh wilayah. Saya belum tahu kapan pelaksanaannya,” ujar Andi.

Menurut Andi, bisa saja untuk pembangunan jaringan listrik menuju PT MAS tersebut Pemkab ikut turun tangan. Hanya saja kalau menunggu proyek dari Pemkab akan butuh waktu lama sementara program ini harus bisa terealisasi secepatnya seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan listrik.
“Karena itulah, untuk jangka pendek ini sepertinya juala beli daya dengan PT MAS belulm bisa terealisasi,” katanya.

PLN sendiri sambung Andi, sudah menyiapkan solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis listrik di Bengkalis. Saat ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal sewa mesin dengan total kapasitas sebesar 3 MW. Mesin tersebut saat ini sedang dalam perjalanan dan diharapkan pada bulan Juni ini sudah tiba di Bengkalis. Dirinya memperkirakan, dengan perhitungan waktu yang tersisa, kalau mesin tiba bulan ini maka pada awal Juli mesin sudah bisa beroperasi.

“Ini memang sesuai kontrak dimana pada bulan Juli mesin sewa sudah beroperasi,” ujar Andi seraya menambahkan kalau mesin sewa tersebut berjumlah 3 unit dimana masing-masing unit berkapasitas 1 MW.

Pemadaman listrik, kata Andi, disamping karena pemadaman bergilir, juga terjadi akibat gangguan jaringan.  Sebagian masyarakat ada yang bermain-main di sekitar jaringan listrik, seperti layang-layang. Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak bermain-main di sekitar jaringan karena bukan hanya membahayakan diri sendiri melainkan juga merugikan orang lain.(bk.u)