Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit

Kamis, 11 Juni 2026

Kepala Dinas Perkebunan Bengklis, Drs. Sufandi, MP

BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk memanfaatkan peluang emas melalui program Sarjana Beasiswa Sawit yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Drs. Sufandi, MP mengatakan bahwa Beasiswa Sawit merupakan program penguatan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit melalui bantuan pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Ia menjelaskan, program dari BPDP tersebut telah resmi dibuka sejak 3 Juni dan akan ditutup pada 20 Juni 2026 mendatang.

“Untuk itu, kita mendorong masyarakat Kabupaten Bengkalis memanfaatkan kesempatan emas ini bagi calon mahasiswa yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ujar Sufandi Kamis (11/6/2026).

Menurut mantan Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis tersebut, kuota penerima beasiswa pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kuotanya lebih besar dari tahun kemarin. Tahun ini tersedia kuota untuk 5.000 calon mahasiswa, sementara tahun sebelumnya sekitar 4.000 orang,” ujarnya.

Program Beasiswa Sawit ini merupakan beasiswa penuh yang diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit.

Sufandi menyampaikan, program ini telah berjalan sejak tahun 2016 dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 13.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sementara untuk Kabupaten Bengkalis sendiri, partisipasi dalam program beasiswa tersebut dimulai sejak tahun 2022. Hingga saat ini, sebanyak 458 orang dari Bengkalis telah merasakan manfaat program tersebut, termasuk di antaranya yang telah menyelesaikan pendidikan.

“Mudah-mudahan pada tahun 2026 lebih banyak masyarakat kita yang memanfaatkan program pendidikan ini. Ini tentunya kesempatan yang sangat baik,” kata Sufandi.

Delapan Jalur Pendaftaran

Sufandi menjelaskan, terdapat delapan jalur pendaftaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengikuti Program Beasiswa Sawit.

Jalur tersebut meliputi, jalur pekebun, jalur keluarga pekebun dan jalur karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit.

Kemudian, jalur keluarga karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit, jalur pengurus kelembagaan pekebun kelapa sawit, jalur pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit, jalur aparatur sipil negara (ASN) dan jalur penyuluh.

“Pendaftarannya bisa diakses secara online melalui laman sdmperkebunan.bpdp.or.id. Di sana seluruh jalur dan mekanisme pendaftaran sudah tersedia,” jelas Sufandi.

Ia menambahkan, program beasiswa ini juga tidak hanya bekerja sama dengan satu atau dua perguruan tinggi saja. Saat ini terdapat sedikitnya 42 kampus yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai mitra penyelenggara pendidikan.

Proses pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh calon penerima manfaat melalui sistem daring dengan membuat akun serta melengkapi seluruh persyaratan yang telah ditentukan.

“Sampai saat ini sejak dibuka, kita belum bisa mengetahui berapa jumlah yang sudah mendaftar. Nanti jumlah penerima dari Bengkalis baru dapat diketahui saat pengumuman kelulusan. Kita berharap kesempatan emas ini benar-benar dimanfaatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Kabupaten Bengkalis, Khairul Asri, mengatakan bahwa manfaat Program Beasiswa Sawit sangat besar karena seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya.

“Dengan kondisi itu, manfaatnya luar biasa. Penerima manfaat beasiswa ini, terutama orang tua, tidak perlu lagi memikirkan biaya pendidikan karena seluruhnya ditanggung atau full cover,” ujar Khairul.

Ia menjelaskan, apabila calon mahasiswa dinyatakan lulus dan mendapatkan kampus di luar Provinsi Riau, seperti di Bandung maupun Sulawesi, maka biaya keberangkatan juga dapat diajukan penggantian.

“Itu nanti pengeluaran keberangkatannya bisa diklaim dan diganti. Itulah salah satu keistimewaan program beasiswa ini,” katanya.

Khairul juga mengingatkan agar para calon peserta benar-benar memperhatikan dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pihak BPDP.

Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan secara daring, mulai dari pembuatan akun, administrasi, hingga tahapan tes.

“Semuanya dilakukan secara online. Buat akun, administrasinya, termasuk tesnya. Tes itu ada dua tahapan, yaitu tes tertulis dan tes lisan. Tes tertulis berupa pengetahuan akademik dan pengetahuan umum terkait kelapa sawit, sedangkan tes lisan dilakukan dalam bentuk wawancara. Seluruh prosesnya dilaksanakan secara online,” tutupnya.